KPHL Pasaman Raya Ringkus Pelaku Ilegal Loging di Pasbar

KPHL Pasaman Raya Ringkus Pelaku Ilegal Loging di Pasbar Barang Bukti (BB) 4,3 Kubik Kayu hasil Ilegal Loging yang diamankan petugas KPHL Pasaman Raya, Sabtu (10/8/2019). (Ist)

Covesia.com - Unit Pelaksanan Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pemangkuan Hutan Lindung (KPHL) Pasaman Raya berhasil meringkus seorang pelaku ilegal loging di Jorong Selawai, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat.

Kepala UPTD KPHL Pasaman Raya, Yandesman melalui Kasi PRPH, Yuan kepada Covesia.com, mengatakan pelaku bernama Adri (50) warga Warga Selawai Timur, Nagari Air Bangis, Pasbar.

"Pelaku kami ringkus sekitar pukul 21.00 WIB malam (9/8) di Jorong Selawai, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Namun baru pagi ini selesai proses evakuasi dari lokasi ke Polres Pasbar. Petugas juga mengamankan 4,3 Kubik Kayu Ilegal jenis kayu kapur dan keruing (kelas meranti)," kata Yuan, Sabtu (10/8/2019).

Menurut Yuan, seluruh Barang Bukti (BB) tersebut diduga kayu yang diambil secara ilegal dari kawasan hutan produksi tetap di Nagari Air Bangis, Pasbar.

"Saat ini pelaku bersama BB sedang berlangsung pemberkasan untuk berita acara keterangan ahli jenis dan ahli perizinan di Polres Pasbar. Untuk BB tersebut kami hitung dengan total 120 keping," tambahnya.

Yuan mengatakan penangkapan tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat yang sudah resah dengan perbuatan pelaku membabat kawasan hutan lindung produksi didaerah itu.

"Usai mendapati informasi itu kami dari petugas melakukan razia ke lokasi tersebut. Ternyata memang benar, makanya untuk proses lebih lanjut kami amankan dan membawanya ke Polres Pasbar untuk proses hukum lebih lanjut," katanya.

Pelaku kata dia melanggar Pasal 12 Huruf e dan h Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

"Pelaku terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dengan denda Rp2,5 Miliar. Untuk itu tindakan ilegal loging ini tidak bisa main-main, hukumannya berat. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjalin kerjasama untuk tetap melaporkannya kepada kami jika ada perbuatan serupa. Biar kita tindak tegas," tutupnya.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga