Nasrul Abit Vs Hendrajoni, Anggota DPRD Pessel Minta Pimpinan Dewan Gelar Sidang Terbuka Soal RSUD

Nasrul Abit Vs Hendrajoni Anggota DPRD Pessel Minta Pimpinan Dewan Gelar Sidang Terbuka Soal RSUD Foto, RSUD M. Zein Painan yang terbangkalai (Foto: Indrayen/Covesia)

Covesia.com - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) meminta kepada pimpinan dewan setempat menggelar sidang terbuka soal gedung baru RSUD M. Zein yang mangkrak.

"Agar persoalan ini menemui titik terang, alangkah baiknya diadakan sidang terbuka oleh pimpinan dewan. Disanalah nantinya, antara Nasrul Abit dan Hendrajoni membeberkan seluruh persoalan yang ada," ungkap Marwan Annas politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pada wartawan, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya, sidang terbuka itu, herus menjadi prioritas bagi ketua dewan setempat. Sebab, jika tidak persoalan ini bakal tidak selesai dan tidak menemui titik terang.

"Jika tidak, kan daerah kita juga yang rugi, terkhusus untuk masyarakat," ujarnya.

Dijelaskannya, pembangunan gedung RSUD M. Zein Painan di Kabun Taranak berdasarkan Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2014 tentang Pinjaman Pemerintah Daerah Pada PIP.

Dalam Perda, pemerintah daerah mengakses pembiayaan Rp99 miliar. Dari total dana itu, Rp96 miliar digunakan untuk pembangunan fisik gedung.

"Sedangkan yang Rp3 miliar lainnya sebagai pengadaan peralatan kesehatan. Hingga kini, pemerintah daerah baru mencairkan pinjaman bertenor lima tahun dan bunga 5 persen sebesar Rp33 miliar," ujarnya lagi.

Kendati demikian, lanjut Marwan, Bupati Hendrajoni sebelumnya  pernah mengirim surat pada pimpinan dewan terkait rencana penghentian sementara pembangunan.

"Hendrajoni telah memberhentikan pembangunan RSUD M.Zein beberapa tahun yang lalu, dan tidak mau melanjutkannya karena beberapa alasan," tutupnya.

Sebelumnya, diketahui tudingan saling serang antara Wakil Gubernur Nasrul Abit yang juga mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode itu, dengan Bupati Pesisir Selatan saat ini Hendrajoni. 

Melalui pemberitaan media masaa, terkait persoalan pembangunan gedung baru RSUD M.Zein Painan yang berada di Kebun Teranak, Painan Kecamatan IV Jurai yang mangkrak.

Bupati Hendrajoni mengatakan, dirinya menilai proyek yang telah mencapai 70 persen itu tidak memiliki dokumen Amdal. Kemudian konstruksi bangunan tidak sesuai ketentuan.

Di awal pemeriksaan ditemukan kejanggalan pada konstruksi jaring laba-laba yang sudah miring. Selain itu, rumah sakit di puncak bukit tidak wajar. 

"Idealnya sebelum dibangun, mesti ada semacam pertimbangan dulu. Tapi, mau bagaimana lagi, semuanya sudah dilaksanakan," tuturnya. 

Ia juga menegaskan tidak akan ada lanjutan pembangunan sebelum adanya hasil audit dari BPKP. Menurutnya, tim audit terkesan lamban.

Buktinya, sudah dua tahun lebih hasil audit masih belum keluar. Padahal, BPKP dulunya berjanji hasil akan keluar 45 hari setelah proses dimulai.

Namun sudah dua tahun berjalan, masih belum ada hasilnya.

"Saya sudah telpon pejabatnya. Pokoknya nggak ada kelanjutan sebelum hasil audit keluar. Sebab, bupati sebelumnya sudah melakukan kebijakan yang salah," katanya.

Sementara, Nasrul Abit menyatakan dalam pemberitaan beberapa media di Sumbar, dirinya siap untuk menghadiri jika DPRD Pesisir Selatan mengundangnya untuk sidang terbuka.

Dalam sidang terbuka, mantan Bupati Pesisir Selatan itu mengaku bakal membeberkan semua fakta soal pembangunan gedung RSUD M Zein di Kabun Taranak Kecamatan IV Jurai. 

Ia juga meminta bupati, tokoh masyarakat dan ninik mamak Painan, anggota DPRD periode itu, Sekretaris Daerah, kepala OPD terkait dan BPKP untuk datang dalam sidang terbuka itu.

Kontributor Pessel: Indrayen

Berita Terkait

Baca Juga