Pustaka Berjalan, Strategi Nagari II Koto Agam Tumbuhkan Minat Baca Masyarakat

Pustaka Berjalan Strategi Nagari II Koto Agam Tumbuhkan Minat Baca Masyarakat (Ist)

Covesia.com - Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk meningkatkan minat baca masyarakat, mulai dari pustaka sekolah, pustaka di rumah ibadah bahkan di instansi pelayanan masyarakat.

Hal terbaru hadir guna terus meningkatkan minat baca masyarakat di Agam, Sumatera Barat (Sumbar), seperti halnya di Nagari II Koto, Kecamatan Tanjung Raya, yaitunya menyulap satu unit Becak Motor (Betor) menjadi  Pustaka berjalan.

Walinagari II Koto, Joni Safri mengatakan, Pustaka Berjalan Ini dikelola oleh Karang Taruna Nagari selama 4 tahun terakhir. Setiap sore selalu beroperasi mendatangi  anak-anak sedang bermain dilapangan, bapak-bapak yang nongkrong di warung maupun Ibu-ibu rumah tangga yang sedang berkumpul sambil ngerumpi.

"Saat ada anak-anak sedang bermain di lapangan disitu kita muncul, kemudian membuka pustaka, mereka langsung berebutan mengambil buku dan mencari tempat yang bagus untuk membaca," ujarnya saat di konfimasi Covesia.com, Jumat (9/8/2019).

Bermacam buku disuguhkan, mulai dari buku pelajaran, koran, majalah, buku cerita bergambar, resep makanan, novel, bahkan buku-buku agama. Mereka bebas memilih buku yang disukai namun tidak diperbolehkan membawa pulang.

 "Untuk anak-anak mereka suka membaca buku cerita bergambar, seperti cerita nabi apalagi cerita kancil, kalau remaja sering mengambil novel sementara dewasa membaca buku resep makanan, atau koran. Buku tidak boleh dibawa pulang, jika bacaan belum selesai mereka akan menandai letak buku untuk dibaca ulang besok," lanjutnya.


Dijelaskan Joni, pustaka berjalan ini mendapat antusias dari perantau dan masyarakat, mereka bergotong royong menyumbangkan buku yang tidak terpakai,  mengumpulkan uang untuk menambah membeli koleksi pustaka, bahkan setiap mahasiswa yang sudah diwisuda diwajibkan menyumbangkan 1 atau 2 buah buku.

"Saat ini sudah ada sekitar 800 judul buku di pustaka, dan alhamdulillah terus bertambah," terangnya.

Menurutnya strategi pustaka berjalan ini sangat cocok diterapkan di Nagari II Koto, anak-anak akan terangsang membaca saat melihat teman bermainnya mengambil buku, bahkan bisa menjadi bahan diskusi oleh bapak-bapak yang sedang duduk di warung kopi.

"Bapak-bapak kan suka baca koran, saat ada berita bagus apalagi mengenai politik mereka akan berdiskusi sambil minum kopi di warung dan itu pun bisa menambah wawasan lawan bicara," jelasnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga