Jelang Pelantikan, Aroma Perebutan AKD di DPRD Pasaman Mulai Memanas

Jelang Pelantikan Aroma Perebutan AKD di DPRD Pasaman Mulai Memanas Kantor DPRD Pasaman (Doc Covesia)

Covesia.com - Aroma perebutan posisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) mulai memanas menjelang pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman untuk periode 2019-2024.
Tak ayal, masing-masing Partai Politik (Parpol) sudah bolak-balik mengutus kadernya kepada Anggota DPRD terpilih untuk melakukan konsolidasi sebagai persiapan koalisi. Partai pemenang dengan torehan kursinya sangat jelas menjadi 'Bargaining Position' dalam perebutan posisi AKD tersebut.

"Alat Kelengkapan Dewan (AKD) itu merupakan jabatan yang sangat seksi diperebutkan. Karena lewat posisi di AKD itu tertompang juga kepentingan Partai Politik (Parpol). Jadi wajar-wajar saja masing-masing Parpol melalukan koalisi untuk memperebutkan posisi di AKD tersebut,"terang salah seorang Anggota DPRD Pasaman terpilih dari Partai PAN, Yulisman ketika diwawancarai oleh Covesia.com, Jum'at (9/8/2019).

Yulisman menyebutkan ada lima posisi jabatan yang diperebutkan di AKD yaitu Komisi (A,B dan C), Badan Kehormatan (BK), Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi Daerah (Balegda) dan Badan Musyawarah (Bamus).

"Kami dari Partai PAN sendiri juga sudah membangun komunikasi dengan teman-teman di Parpol lain. Karena semua Parpol mempunyai hak dan kepentingan untuk memimpin. Tetapi finalnya setelah pelantikan, sekarang masih dinamis. Masih ada tarik-menarik koalisi," ungkapnya.

Ketua Partai Keadilan Sejahtera Pasaman, Danny Ismaya mengaku terkait perebutan posisi di AKD tersebut mengalir sesuai kebutuhan bersama.

"Kalau kami dari PKS sebenarnya menginginkan sosok yang memimpin Alat Kelengkapan Dewan itu memang orang yang tepat. Agar bisa membawa kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadinya saja. Hal ini selalu kami tekankan kepada teman-teman Parpol lain," katanya.

Calon Ketua DPRD terpilih dari Partai Gerindra, Bustomi mengaku hingga kini pihaknya belum memutuskan arah koalisi dalam perebutan AKD tersebut.

"Belum difinalkan, masih dinamis. Kami sama teman-teman di Gerindra masih fokus persiapan pelantikan, kemudian Paripurna Istimewa. Nanti kita akan fokus membahas ini usai pelantikan," ujarnya.

Sementara Politisi Golkar, Yasri ketika dikonfirmasi oleh Covesia.com, mengaku masih membahas persoalan tersebut bersama pengurus di internal Golkar.

"Kita berharap pimpinan AKD kedepan bisa menyuarakan kepentingan masyarakat. Kita berharap juga proses pemilihan nanti berjalan lancar, jangan sampai deadlock. Ini juga untuk kebaikan bersama," tutupnya.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga