Polisi Akan Tindak Truk Pembawa Pasir dan Kerikil Kelebihan Muatan di Kota Pariaman

Polisi Akan Tindak Truk Pembawa Pasir dan Kerikil Kelebihan Muatan di Kota Pariaman Salah satu truk pembawa pasir tambang yang melintas di jalan kawasan Pariaman (Foto: Peri Musliadi/Covesia)

Covesia.com - Meski susah menakar kelebihan muatan truck pembawa material, seperti pasir dan kerikil di Kota Pariaman. Tapi polisi akan tetap lalukan penindakan, kalau ditemukan di lapangan truck yang muatannya sudah tidak wajar, sehingga membahayakan pengendara lain.

"Susah juga untuk menakar kalau truck pasir ini melebihi muatannya. Karena mereka jarang disertai dengan dokumen keterangan total jumlah muatannya. Kemudian di Kota Pariaman, juga tidak adanya jembatan timbangan," ucap Kasat Lantas Polres Kota Pariaman, Iptu M Sugindo pada Jumat (9/8/2019).

Lanjut Sugindo, sebab problem untuk kendaraan angkut tidak semua bisa disimpulkan muatannya melebihi berat ketentuan yang tertera di kir. Karena masa jenis muatannya tidak selalu sama. Seperti halnya batu bara, tidak bisa dibandingkan dengan batu biasa, pasir tidak bisa dibandingkan dengan kerikil.

"Namun kami lihat lagi kondisinya di lapangan. Selagi tata cara pemuatan barangnya masih wajar, misalkan bawa pasir masih dibatas penutup ombeng, sehingga tidak mengganggu pengendara lain, manusiawi saja," ucap Sugindo.

Dikatakan Sugindo, tapi kalau ditemukan dilapangan kapasitas muatannya tidak wajar dan membahayakan orang lain, sudah selayaknya diberikan tindakan secara hukum baik dalam bentuk tilang maupun teguran, sesuai pasal 305 & 307 UU No 22 Thn 2009.

"Apalagi itu sudah sampai menyebabkan hilangnya nyawa seseorang atau lebih, sudah tentu itu tindak pidana," ujarnya.

Memang kalau ketentuan secara khusus, seperti bentuknya undang-undang untuk mengatur penutupan muatan menggunakan terpal belum ada yang secara rinci menjabarkannya. Tapi hal itu bisa dikuatkan kalau suatu daerah ada perda yang mengaruskan menutupi dengan terpal.

"Yang jelas kalau kami menemukan muatan sudah tidak wajar, sehingga mengganggu pengendara lain, maka akan kami tindak," tegasnya.

Kontributor Pariaman: Peri Musliadi

Berita Terkait

Baca Juga