Abrasi Ancam Warga di Dusun Maosa Desa Matobe Mentawai

Abrasi Ancam Warga di Dusun Maosa Desa Matobe Mentawai BPBD saat antisipasi sementara dengan memasang ribuan karung yang diisi pasir, Jumat (9/8/2019)(Foto: BPBD)

Covesia.com - Belasan rumah warga yang berada di pesisir pantai dusun Maosa, desa Matobe, kecamatan Sipora selatan, kabupaten kepulauan Mentawai terancam ambruk akibat abrasi.

"Ada sekira 15 rumah warga terancam ambruk akibat hempasan gelombang dan arus laut yang merendam beberapa rumah warga hingga jalan sejauh 500 hingga 800 meter," ujar Amir Ahmari Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Mentawai, Jumat (9/8/2019). 

Hantaman gelombang yang besar  tersebut diketahui mengikis pasir pantai begitu drastis sejak pertengahan juli hingga saat ini. 

Menanggapi fenomena alam tersebut, Amir mengatakan bahwa tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai saat ini masih bersiaga di dusun Maosa tersebut hingga kondisi stabil. 

"Untuk penanganan sementara, tim BPBD Mentawai bersama unsur gabungan sudah mulai menyusun seribu material kuari dan pasir yang diisi di dalam karung di bibir pantai desa Matobe," kata Amir. 

Karung-karung yang berisi material tersebut dijadikan tanggul penahan gelombang untuk mengurangi hantaman arus laut secara langsung ke pemukiman warga.

Setelah kondisi stabil, Amir menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait dari Pemerintah Daerah setempat hingga pusat terkait solusi permanen dari fenomena abrasi ini.

"Karung-karung tersebut tidak akan bertahan lama jika dihempas gelombang terus menerus. Kita akan mengusulkan pembuatan talut dan dam di sekitar pantai desa Matobe," tutupnya.

Adapun unsur gabungan BPBD Mentawai yang terlibat diantaranya Forkopimda, pihak Kecamatan, desa, Babinsa, Polres Mentawai, dan PT. Arupadatu. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga