Mengenang Syahiran, Birokrat dan Politikus Ulung Pasaman Barat yang Kini Telah Berpulang

Mengenang Syahiran Birokrat dan Politikus Ulung Pasaman Barat yang Kini Telah Berpulang Foto: Istimewa

Covesia.com - Berita duka menyelimuti ranah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Orang nomor satu di Pemerintahan wilayah itu berpulang Kehadirat Allah SWT pada Sabtu (03/8/2019) kemarin karena sakit yang telah dideritanya sejak beberapa waktu yang lalu. Iringan doa dari ribuan warga dihaturkan kepada sang Bupati agar segala amal dan perbuatannya diterima dan mendapatkan tempat yang layah di sisi Allah SWT.

Syahiran, Beliau layak disebut sebagai seorang Birokrat senior dan politikus ulung asal ‘Tanah Tuah Basamo’ Pasaman Barat, Sumatera Barat. Bahkan diujung usia pengabdiannya masih menorehkan prestasi yang menghapus status daerah tertinggal Pasaman Barat pada tanggal 31 Juli 2019 kamaren.

Dari berbagai sumber yang dirangkung oleh Covesia.com, Syahiran diketahui lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada tanggal 9 September 1953 silam merupakan buah hati dari pasangan Alm. H. Tambah dan Almh. Hj. Reihan, yang berasal dari keluarga sederhana.

Syahiran menikmati masa kanak-kanaknya dengan didikan keras dari orangtuanya hingga menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri 11 Tebing Tinggi tahun 1967. Kemudian Menamatkan pendidikan Sekolah Lanjutan tingkat pertama di SMP SMP Negeri 1 Tebing Tinggi Tahun 1973.

Beranjak remaja, Syahiran pulang kampung ke Pasaman Barat dan mendaftarkan diri ke SMA N 1 Simpang Empat. Setelah lulus dari sekolah menengah, beliau masuk sekolah  APDN Bukittinggi. Setelah tamat dari APDN Bukittinggi tahun 1977, Syahiran diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan dalam usia karirnya yang masih belia langsung diamanahakan menjabat sebagai Camat Batipuh Tahun 1982.

Dalam usia itu Syahiran akhirnya memutuskan untuk mempersunting gadis cantik didesanya, Yunisra. Dari pernikahan itu, pasangan ini dikaruniai empat orang putri cantik masing-masing yaitu Anna Rahmadia, Anna Ummi Khaira, Anna Rizkinta, dan Anna Yunisyah Putri.

Tidak hanya sampai disitu, karir Syahiran kian ‘mencleng’ menjabat sebagai Camat berturut-turut selama 16 tahun sejak menjadi Camat Batipuh tahun 1982. Kemudian Kabag. Pemdes. Kabupaten Pasaman (1989). Dimana saat itu Kabupaten Pasaman belum pemekaran. Ditengah kesibukan kerjanya masih menyempatkan diri menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta hingga tamat tahun 1987. Terakhir Strata dua (S2) di Universitas Putra Indonesia Padang dan tamat tahun 2005.

Perjalanan karirnya menjadi Camat Pasaman (1991), Camat Sungai Bremas (1993), Camat Kinali (1996), Camat Rao Mapattunggul (1998), Asisten Tata Praja Setdakab Pasaman (1999), dan Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Pasaman (2001). Terakhir karir ASN Syahiran sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman dari tahun 2001-2005. Jenjang karier tersebut memberi gambaran betapa jiwa abdi negara dan kepamongan kental melekat dalam diri Syahiran.

Setelah Pasaman Barat memperoleh status kabupaten pemekaran, melalui Pilkada langsung dan demokratis pada tahun 2005, Syahiran terpilih menjadi Bupati Pasaman Barat periode pertama (2005-2010) sekaligus pula pensiunnya beliau dari ASN yang duet dengan wakilnya Risnawanto.

Ayah dari empat orang putri ini menunjukkan kepiawaiannya dalam kepemimpinan, membawa Kabupaten Pasaman Barat melewati masa transisi pasca pemekaran. Berbagai persoalan kabupaten muda itu diselesaikan perlahan dan penuh pertimbangan.

Syahiran lalu menekuni politik praktis dan bergabung dengan Partai Gerindra. Beliau terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (2014-2019) setelah Pilkada berikutnya (2010) harus menyerahkan jabatan Bupati Pasaman Barat kepada Baharuddin R. (sebelumnya Bupati Pasaman) yang terpilih untuk masa lima tahun berikutnya (2010-2015).

Namun pada tanggal 09 Desember 2015 melewati mekanisme Pilkada langsung, Syahiran kembali dipercaya oleh rakyat Pasaman Barat memimpin sebagai Bupati dari kabupaten yang memiliki motto ‘Tuah Basamo’ itu.

Bagi Syahiran, memimpin Kabupaten Pasaman Barat merupakan tantangan yang unik dan tersendiri. Daerah gerbang Barat Sumatera itu sangat heterogen dan plural. Berbeda dengan kabupaten lain di Sumatera Barat. Keberhasilan pemerintah Kabupaten Pasaman Barat di bawah kepemimpinan Syahiran yang berduet dengan Yulianto terutama dalam meminimalisir terjadinya gesekan horizontal dalam masyarakat patut diajungi jempol. Tidak mudah memimpin orang Pasaman Barat, begitu pernah beliau ungkapkan secara berseloroh. Tapi, menurut beliau lagi disitulah tantangan bagi dirinya sebagai pamong dan juga sebagai muslim yang taat. Jika ikhlas dan diniatkan untuk amal ibadah, Syahiran yakin Allah pasti akan menolong dan melapangkan jalan menuntaskan pengabdian melayani rakyat menuju masyarakat madani nan sejahtera lahir batin.

Masih segar diingatan kita pada Bulan Juli 2019 lalu, sepulang dari kegiatan dinas di Kota Medan-Sumut beliau mendadak dibawa ke RSUP dr. M. JAMIL Padang karena kesehatan yang menurun. Beberapa agenda di kota Padang pun dibatalkan. Di RSUP M. Djamil Padang beliau didiagnosa mengalami penyempitan pembuluh jantung dan harus segera diambil tindakan operasi pemasangan cincin. Operasi pun dilakuakn dengan segera dan kemudian beliau menjalani perawatan intensif di M. Djamil Padang.

Pada pekan keempat Juli 2019, kondisi beliau masih belum membaik dan didiagnosa kembali mengalami beberapa komplikasi, inisiatif merujuk ke Jakarta pun dipilih. Tujuannya RS Pondok Indah Jakarta yang memang dikenal cukup representatif fasilitasnya.      

Usaha untuk memulihkan kondisi kesehatan beliau akhirnya mencapai puncak kritis dan menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 23.30 WIB, pada hari Sabtu 3 Agustus 2019 di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Almarhum Syahiran wafat dengan tenang didampingi keluarga tercinta dalam usia 66 Tahun.

Selamat jalan Bapak, selamat jalan senior, tugasmu sudah selesai. Sudah tuntas bagimu amanahmu hingga Tanah Tuah Bsamo tidak lagi berstatus daerah tertinggal. Pergilah dengan tenang, kami mendoakan Insya Allah husnul khatimah. Kami akan melanjutkan cita-cita dan pengabdianmu. Tenang dan damailah kini engkau di sisi Allah SWT. Aamiin.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga