Dishub Mentawai Prediksi PAD Tahun 2019 Bisa Capai Rp3 Miliar

Dishub Mentawai Prediksi PAD Tahun 2019 Bisa Capai Rp3 Miliar Amrial Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai (Foto: Septin)

Covesia.com - Hingga pertengahan tahun 2019, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pelayanan pelabuhan dan penyeberangan air di Kepulauan Mentawai mencapai sekira Rp 1.550.000.000 atau 72% dari target Rp 2.150.000.000.

"Kita memprediksi capaian retribusi tahun ini bisa mencapai sekira Rp3 miliar," ujar Amrial, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai di ruang kerjanya, Selasa (23/7/2019). 

Pungutan retribusi terbanyak diperoleh dari retribusi penyeberangan air - penumpang kapal ASDP serta lima kapal antar pulau Mentawai (Kapal Bakkat Menuang, Nade, Simasin, Beriloga, dan Simatalu). 

Sementara tahun lalu retribusi yang berhasil dikumpulkan melampaui target dari Rp 1.316.000.000  menjadi Rp 1.689.594.650.

Lebih lanjut Amrial mengungkapkan bahwa pihaknya membuat SOP pengiriman hasil pungutan retribusi tersebut. 

"Kalau kapal antar pulau berangkat Selasa, selambat-lambatnya Jumat sudah disetor. Selama ini pengirimannya kadang terlambat, bisa seminggu baru disetor karena faktor cuaca," ujar Amrial. 

Hal tersebut dikatakannya menindaklanjuti evaluasi BPK sebelumnya agar retribusi tersebut setelah dipungut segera disetor ke rekening. 

Sementara tarif pas masuk kendaraan roda dua, tiga, empat, enam, hingga kendaraan pembawa alat berat (Rp 1.000 - 5.000), tarif pas penumpang kapal Rp, 2.500.

Menurut Amrial, pendapatan retribusi tersebut dapat lebih meningkat lagi jika petugas di lapangan jeli dan disiplin melakukan tugasnya. 

"Terutama pendapatan di UPTD Sikakap dan Siberut - Sikabaluan rendah karena  kurang pemantauan di sana. Kita akan memasang target dalam sebulan berapa yang harus disetor," ujarnya. 

Hal tersebut ia katakan agar tidak terjadi pembiaran dan pendapatan tidak jalan di tempat. Ia berharap masyarakat taat membayar retribusi pas masuk pelabuhan dan membeli tiket kapalnya karena ada asuransinya jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan laut. 

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga