Kapolres: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Tindak Ilegal Mining di Pessel

Kapolres Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Tindak Ilegal Mining di Pessel Kapolres Pessel AKBP Fery Herlambang (Foto: Indrayen)

Covesia.com - Kepolisian Resor (Kapolres) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) tidak akan memberikan toleransi bagi pelaku praktek ilegal mining di daerah tersebut. Karna kegiatan itu bertentangan dengan hukum dan juga berdampak terhadap perusakkan lingkungan.

"Jikalau ada praktik ilegal mining di daerah kita, laporkan saja ke pihak kepolisian. Dan nanti akan segera kita cek. Apa bila ada pelanggran pidana, akan kita tindak langsung," sebut Kapolres Pessel AKBP Fery Herlambang pada Covesia.com, Kamis (18/7/2019)

Ia menerangkan, dimana pelaku ilegal mining bisa dikenakan hukuman penjara, sesuai undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dalam pasal 158 dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan denda  paling Rp10 miliar.

"Saat ini memang belum ada laporan yang kita terima. Tetapi sebelumnya kita ada menerima laporan terkait ilegal mining. Setelah kami cek mereka sudah memiliki izin," jelasnya.

Kendati demikian, dirinya mengatakan, kepada pemilik pelaku usaha tambang yang ada, diharapkan untuk melengkapi izin pertambangan sesuai dengan undang-undang yang ada.

"Apabila melanggar bakal kita tindak. Untuk itu, jangan sampai melanggar aturan yang berlaku sesuai dengan undang-undang. Dan dalam hal itu, pihak kami terus melakukan sosialisasi sebagai mana mestinya," ujar Kapolres.

Lanjutnya, mengenai ilegal mining, dirinya juga mengharapkan peran masyarakat untuk bekerjasama dengan kepolisian. Karna keikut sertaan masyarakat dapat memaksimalkan kinerja kita dalam menindaknya.

"Maka dengan laporan dari masyarakat lah, kita bisa cepat menindaknya jika ada tindakkan pelanggaran. Jadi laporkan saja, kami akan segera menindaklanjutinya," pungkasnya.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra


Berita Terkait

Baca Juga