BKSDA Evakuasi Seekor Beruang Madu yang Terjerat Perangkap Warga di Pasaman Barat

BKSDA Evakuasi Seekor Beruang Madu yang Terjerat Perangkap Warga di Pasaman Barat BKSDA Evakuasi Seekor Beruang Madu Terjerat Perangkap Warga di Pasaman Barat, Rabu malam (17/7/2019)(Foto: BKSDA)

Covesia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resor Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengevakuasi seekor Beruang Madu (Helarctos malayanus) terjerat perangkap dilokasi kebun warga di Talamau, Pasaman Barat pada Rabu (17/7/2019) malam.

"Perangkap tersebut semula dipasang untuk mengurangi gangguan hama Babi yang mengganggu tanaman kebun warga. Namun saat Beruang Madu itu keluar dari kawasan hutan lindung setempat terjerat perangkap yang dipasang oleh warga setempat," terang BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra kepada Covesia.com, Kamis (18/7) pagi.

Usai mendapati informasi itu, Tim BKSDA Resor Pasaman langsung datang ke lokasi dan melaksanakan evakuasi dengan melibatkan tenaga medis kesehatan hewan dari Lubuk Sikaping.

"Sebelum jerat dilepaskan, satwa langka dan dilindungi tersebut dibius dengan ditembakan menggunakan sumpit oleh petugas BKSDA bersama dokter hewan. Selanjutnya satwa dipindahkan ke kandang transit yang sudah dipersiapkan," tambah Ade Putra.

Kemudian kata dia, setelah itu dievakuasi ke kantor BKSDA di Lubuk Sikaping. "Selanjutnya dilakukan observasi oleh medis dan diketahui satwa tersebut tidak mengalami cacat atau luka yang serius. Sehingga diputuskam satwa tersebut dilepasliarkan ke dalam kawasan hutan Konservasi Suaka Margasatwa Malampah Alahan Panjang," katanya.

Berdasarkan catatan BKSDA, dilokasi terjeratnya satwa Beruang tersebut sudah beberapa kali terjadi hal yang sama. Sehingga hal ini akan menjadi perhatian serius pihak BKSDA setempat. 

"Dalam beberapa waktu ke depan BKSDA akan melaksanakan explorasi dan operasi pembersihan jerat satwa di lokasi tersebut, terutama dalam kawasan hutan lindung di daerah itu," ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan, sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayari dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang melakukan menangkap, membunuh, melukai, memiliki, menyimpan, mengangkut, memelihara dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup ataupun mati beserta bagian-bagian tubuhnya dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga