Abrasi Terjang Bibir Pantai Kawasan Wisata Api-api Pesisir Selatan

Abrasi Terjang Bibir Pantai Kawasan Wisata Apiapi Pesisir Selatan Tampak bibir pantai di kawasan wisata api-api di Pesisir Selatan, Rabu (17/7/2019)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Gelombang cukup tinggi terjadi di Kawasan Pesisir Pantai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (17/7/2019) pagi sekitar pukul 05.00 Wib. Akibatnya, kawasan wisata pantai Api-api Kenagarian Kapuh, Kecamatan Bayang, kembali diterjang abrasi.

"Gelombang cukup tinggi terjadi semenjak beberapa hari ini. Dan terus mengikis bibir pantai, saat ini kondisi kawasan wisata pantai api-api sangat memprihatinkan," ujar salah seorang warga Wira (40) pada Covesia.com

Ia menambahkan, gelombang tinggi tidak hanya merusak bibir pantai dan keindahan kawasan wisata pantai api-api. Akan tetapi juga mengancam keselamatan para nelayan kecil.

"Semenjak beberapa hari ini, kita tidak dapat melaut karna gelombang cukup tinggi terjadi di kawasan kita," ucapnya.

Menurutnya, kondisi ini sudah sering terjadi, soal melaut tidak menjadi persoalan bagi mereka. Karna itu adalah ketentuan alam. 

"Kalau kondisi cuaca buruk dengan gelombang tinggi tidak terlalu persoalan bagi kita, karna itu adalah alam. Yang ia khawatirkan adalah rusaknya pantai di kawasan objek wisata yang satu-satunya ada di disini," ujarnya.

Kendati demikian lanjutnya, ia berharap kondisi ini harus segera ditangani oleh pihak pemerintah setempat. Sebab, jika dibiarkan abrasi pantai akan terus mengikis bibir pantai yang menjadi kawasan wisata ditempatnya.

"Abrasi sudah sering terjadi, apabila dibiarkan keindahan pantai api-api akan hancur dan kondisi ini juga hampir mendekati kawasan pemukiman penduduk," katanya

Untuk itu, pemerintah kembali harus menambah batu grip penghalang abrasi. Sebab, batu grip yang sudah dibuat pemerintah sebelumnya, tidak cukup kuat menahan tumpuan gelombang yang tinggi.

"Karna yang rusak sekarang adalah bagian ujung pantai yang tidak ada batu grip penghalang abrasi," pungkasnya

Sementara itu, Ketua Pemuda Kapuah Kecamatan Bayang, mengatakan, pantai di daerah tersebut kian hari semakin rusak parah akibat diterjang abrasi. 

"Hampir setiap hari terjadi abrasi pantai di kenagarian kapuah, dan abrasi telah menghabiskan bibir pantai. Saat ini ombak mulai mengancam rumah penduduk dan mendekati pemungkinan warga sekitar," sebutnya dihubungi Covesia.com secara terpisah.

Ia menambahkan, gelombang ombak saat ini juga telah merobohkan puluhan batang cemara yang ada dibibir pantai kenagarian kapuah.

"Puluhan pohon cemarah sudah tumbang dan kawasan wisata kita sudah mati. Karna pantai yang sebelumnya sangat indah dan bersih sekarang hancur karna abrasi," katanya.

Lanjutnya, dikatakan semenjak abrasi merusak kawasan wisata di daerah tersebut. Ekonomi masyarakat di sekitar pantai juga ikutan mati.

"Biasanya ramai dikunjungi sekarang tidak lagi, akibatnya warga yang berdagang makanan di kawasan wisata tidak jualan lagi. Karna kawasan pantai tidak diminati lagi oleh para pengunjung," ujarnya.

Lanjutnya lagi, ia sebagai masyarakat kecil sangat berharap persoalan ini ditanggapi oleh pemerintah kita. Sebab, abrasi ini sudah tidak terjadi kali ini saja.

"Tolong kami sebagai masyarakat kecil ini di perhatikan karna ombak ini sangat berdampak untuk ekonomi dan wisata di kenagarian kapuh. Sebagian pohon cemara rusak atau tumbang gara-gara abrasi pantai. termasuk perahu dan sapan nelayan yg ada di pantai sempat diseret ombak," tutupnya.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra


Berita Terkait

Baca Juga