KPAI Dorong Aparat Usut Tuntas Kasus Keracunan Makanan di Pasbar

KPAI Dorong Aparat Usut Tuntas Kasus Keracunan Makanan di Pasbar Komisioner KPAI Bidang Kesehatan, Sitti Hikmawatty (Foto: Covesia)

Covesia.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong aparat terkait maupun Dinas Kesehatan serta BBPOM untuk mengusut tuntas kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di SMKN 1 Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar.

"Kami juga turut prihatin atas kasus yang menimpa puluhan siswa dan Guru di SMK di Pasbar usai menyantap sate dalam menu sarapan mereka. Masalah ini sangat serius yang harus ditelusuri secara tuntas, agar penanganan bisa dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh. Hal ini dilakukan guna mencegah dan menjaga agar tidak terulang kembali dengan kasus yang sama,"kata Komisoner KPAI Bidang Kesehatan, Sitti Hikmawatty kepada Covesia.com, Selasa (16/7/2019) malam.

Selain itu kata Sitti Hikmawatty, ini juga menjadi sebuah pembelajaran bagi masyarakat dalam mengkonsumsi daging terutama mengingat sebentar lagi akan  menghadapi Hari Raya Qurban. 

"Penelusuran kasus ini perlu dilakukan tuntas. Apalagi sebentar lagi kita umat Muslim dihadapkan dengan Hari Raya Qurban. Agar masyarakat juga tidak menjadi khawatir saat mengkonsumsi makanan-makanan tertentu yang berbahan dasar daging seperti Sate. Sebab, Sate itu makanan khas masyarakat Indonesia. Kemudian pada event tertentu, terkait keagamaan adalah kebiasaan masyarakat mengkonsumsinya atas niat saling berbagi,"tambah Sitti.

Menurut Sitti, masyarakat harus yakin dan merasa aman bahwa daging didaerah itu bisa dikonsumsi, terutama untuk anak.

"Maka dari itu, kami mendorong agar BPOM dan Dinas Kesehatan bisa segera menjelaskan penyebab kejadian keracunan makanan ini. Kemudian mereka juga harus memastikan agar pengobatan pada para korban dilakukan sampai benar-benar pulih,"tukasnya. 

Selanjutnya, untuk rutinitas pelaksanaan MPLS di SMKN 1 Lembah Melintang, Pasbar pihak sekolah harus melanjutkan pemberian sarapan dengan memberikan menu lain yang dipastikan higenis dan sehat.

"Tetap laksanakan sarapan untuk modal energi dalam beraktivitas khususnya pada anak. Pilihlah menu lain yang memang dianggap sehat dan mengenyangkan. Pihak sekolah juga harus belajar dari kasus ini, agar tidak terulang kembali. Sedangkan, untuk penanganan proses hukum kasus ini kita serahkan pada pihak berwajib,"tutupnya.

Sebelumnya, sebanyak 29 orang Siswa dan guru SMKN 1 Lembah Melintang dilarikan ke Puskesmas Ujung Gading karena menderita sakit mual diduga akibat keracunan makanan sate pada, Senin (15/72019) sore.

Puluhan Siswa maupun Guru itu mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah menyantap sate sebagai sarapan pagi sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah tersebut.

(Hri/utr)

Berita Terkait

Baca Juga