DPRD Masukan Persoalan Siswa Stres Akibat Dugaan 'Bullying' di 50 Kota Ke Agenda Khusus

DPRD Masukan Persoalan Siswa Stres Akibat Dugaan Bullying di 50 Kota Ke Agenda Khusus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra mengaku DPRD Kabupaten Limapuluh Kota akan mengagendakan secara khusus persoalan siswa stres di Limapuluh Kota, MRF yang diduga korban bullying oleh sesama siswa. Pihaknya akan melangsungkan rapat internal untuk mendesak Pemda Limapuluh Kota bergerak cepat.

“Persoalan ini akan kami rapatkan secara khusus di internal DPRD secepat mungkin. Perlu menjadi perhatian khusus untuk yang satu ini. Kemudian dilimpahkan ke Pemda Limapuluh Kota, Khususnya Dinas Pendidikan,” Sebut Deni Asra kepada Covesia.com melalui seluler, Selasa  (16/7/2019).

Dalam rapat internal tersebut, DPRD Kabupaten Limapuluh kota akan membahas tim investigasi dalam persoalan ini. Nantinya tim ini akan turun ke sekolah, lapangan maupun ke kediaman MRF.

“Apakah tim investigasi ini dari kami, dari pemerintah atau dari masyarakat (independent-red). Nanti akan di bahas dalam rapat internal,” ujarnya.

Untuk saat ini, Deni mendesak Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Pendidikan maupun Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan bergerak cepat. Langkah pertama yang harus ditempuh adalah merehabilitasi mental MRF.

“Saat ini, Pemkab Limapuluh Kota harus responsif atas informasi ini. Dinas Pendidikan Dan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan rehabilitasi dulu mental MRF agar depresi ini tidak berlangsung lama,” jelasnya.

Ia juga mengatakan Pemkab Limapuluh Kota harus belajar dengan kejadian seperti ini agar dikemudian hari tidak terulang kejadian yang serupa.

Sebelumnya salah orang tua MRF, M. Syukri membeberkan anaknya yang bersekolah di SMP Negeri 1 Harau telah menjadi korban Bullying dan pemalakan oleh siswa satu sekolahnya. Aksi ini sudah berlangsung selama dua tahun atau sejak anaknya masuk ke SMP Negeri 1 Harau. Akibat Bullying dan pemalakan ini, MRF mengalami gangguan kejiwaan dan sekarang sudah seperti orang stress. 

(agg/utr)

Berita Terkait

Baca Juga