Polybag, Solusi Kenaikan Harga Cabai Merah di Bukittinggi

Polybag Solusi Kenaikan Harga Cabai Merah di Bukittinggi Ilustrasi cabai di Polybag (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Kepala bidang perdagangan, di Dinas koperasi, UKM dan perdagangan kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Alizar menyebutkan polybag menjadi solusi yang ampuh dilakukan disaat harga cabai merah mengalami kenaikan saat ini.

"Polybag adalah solusi yang bisa dilakukan disaat harga cabai merah naik," kata Alizar, Jumat (12/7/2019).

Ia menerangkan melalui tanaman polybag masyarakat bisa menanam bibit cabai di dalam tanaman pot dipekarangan rumah dan itu bisa dimanfaatkan ketika harga cabai naik seperti saat sekarang.

"Untuk membuat tanaman di cabai polybag sangat mudah dan gampang. Jika komitmen dilakukan maka kebutuhan akan cukup," ulasnya.

Jadi ketika harga cabai naik seperti saat sekarang, ujarnya, masyarakat bisa memetik hasil dari tanaman polybag itu dan tidak harus membeli cabai dengan harga mahal.

Sementara itu, pantauan Covesia.com di lapangan, harga cabai merah di Bukittinggi mencapai Rp 80.000/kg.

Sejumlah pedagang cabai merah di pasar tradisional Pasar Bawah Bukittinggi menuturkan harga cabai merah mengalami kenaikan usai lebaran dan sekarang naik mencapai Rp80.000/kg.

"Usai lebaran kemarin harga cabai merah beransur naik. Harganya sempat turun dan sekarang naik lagi," terangnya.

Alizar, kepala bidang perdagangan Bukittinggi menyebutkan penyebab naiknya harga cabai merah di kota Bukittinggi dikarenakan pemasok dari luar Propinsi seperti pulau Jawa, Berastagi, Bengkulu tidak masuk termasuk pemasok dari kota terdekat seperti Solok, agam, Tanah Datar, dan Payakumbuh.

"Jadi kalaupun stok masuk pemasok menjualnya untuk dibawa ke luar kota, sehingga kebutuhan cabai di Bukittinggi berkurang, karena Bukittinggi merupakan central pemasok untuk dibawa keluar kota hingga luar provinsi," sebutnya.

(deb) 


Berita Terkait

Baca Juga