Usai Dilabrak Aktivis Luak 50, Ini Penjelasan Wakil Bupati Limapuluh Kota

Usai Dilabrak Aktivis Luak 50 Ini Penjelasan Wakil Bupati Limapuluh Kota Wabup Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan ( Foto: Dok.Pribadi)

Covesia.com - Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengaku dirinya bisa memaklumi kedatangan Aktivis Luak 50, Dendi ke ruangannya, Kamis (11/7/2019) pagi. Dia menganggap ini adalah sebuah kritikan dan koreksi yang wajar dalam demokrasi.

“Ya, tadi memang agak sedikit tegang. Karena beliau (Dendi-red) main serobot saja masuk. Sempat beradu argumen dengan sespri dan ajudan saja di depan pintu. Tapi maksud kedatangan ingin menyampaikan sebuah kritikan yang membangun kepada saya selaku Wakil kepala daerah. Dalam demokrasi ini sebuah hal yang wajar,” ujar Ferizal Ridwan saat dikonfirmasi Covesia.com, Jumat (12;/7/2019).

Wabup mengaku, dia menerima Dendi selama satu jam di dalam ruangan dinas Wakil Bupati. Di sana ia mendengar masukan dan kritikan yang dilayangkan Dendi soal menerima uang pengganti ongkos naik haji (ONH) oleh Bupati sebesar Rp 70 juta.

“Apa yang dijelaskannya itu benar. Apa yang saya terima ini bisa masuk dalam kategori gratifikasi. Jadi harus memberikan laporan pertanggung jawaban saat menerima dan menggunakannya kepada penegak hukum dan KPK. Jika tidak, saya secara pribadi bisa dipidanakan,” ucap Wabup.

Usai menerima kehadiran Dendi, Ferizal langsung ke Mapolres Limapuluh Kota untuk berkonsultasi sekaligus melaporkan bahwa ia telah menerima uang sebesar Rp 70 juta dari Bupati, Irfendi Arbi. Di Mapolres, dia juga menjabarkan uang ini untuk apa saja digunakan.

“Jadi tadi saya langsung ke Polres Limapuluh Kota dan menjelaskan secara detail perihal pemberian uang Rp 70 juta ini. Termasuk uang ini akan digunakan untuk pembangunan beberapa buah masjid, dana kegiatan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Sifatnya konsultasi. Jika uang ini diharuskan untuk dikembalikan, saya kembalikan ke negara. Semuanya saya jabarkan tadi di Polres. Secara tertulisnya, nanti segera dikirim ke Polres maupun KPK RI,” kata Wabup.

Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menyerahkan uang Rp 70 juta kepada Ferizal Ridwan di rumah Dinas Wakil Bupati, Rabu (10/07/2019) sore. Uang ini dimaksudkan untuk mengganti uang Wabup yang disetorkan ke kas negara sebesar Rp 68 juta karena statusnya sebagai TPHD Kabupaten Limapuluh Kota dilampumerah oleh Kemendagri melalui surat 099/5710/SJ tangal 2 Juli 2019.

Namun, karena penyerahan uang senilai Rp70 juta ini, membuat salah seorang aktivis Luak 50, Dendi melabrak Wakil Bupati ke ruang kerjanya di Kantor Bupati, Kamis pagi. Dia menilai uang Rp 70 juta yang diterima oleh Wabup sudah masuk dalam kategori gratifikasi dan masuk ke ranah pidana.

Pasalnya, dalam pasal 12B dan 12 C UU Nomor 31 tahun 1999 yang diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, (Tipikor), mengatur nominal materi yang terima oleh ASN dan penyelenggara negara bisa disangkakan sebagai gratifikasi apabila melebihi Rp10 juta. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga