Terkait Penutupan TPST, Warga Durian Gadang Ajukan Tuntutan Kepada Pemerintah

Terkait Penutupan TPST Warga Durian Gadang Ajukan Tuntutan Kepada Pemerintah Warga tutupan gerbang TPST di Durian Gadang Desa Tungka Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, pada Kamis (11/7/2019).
Covesia.com - Warga melakukan penutupan akses gerbang tempat pembuangan sampah di Durian Gadang Desa Tungka Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, pada Kamis (11/7/2019).

"Penutupan ini kami lakukan karena tidak adanya kepedulian dari kepala dinas terkait, terhadap kesehatan masyarakat," ucap salah seorang warga Durian Tungka Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, bernama Fadli.

Fadli menyebutkan, di tempat pembuangan sampah ini, sampahnya sudah terlalu banyak menumpuk. Bahkan sudah mendekati pemukiman warga.

"Penutupan ini baru pagi kami lakukan. Ini kami tutup sampai ada solusi dari dinas terkait," ujar Fadli.

Sebelum penutupan akses gerbang Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), di Durian Gadang Desa Tungka Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, warga sudah mengajukan lima tuntutan kepada DPRD kota Pariaman.

"Kami sudah kirimkan surat kepada DPRD Kota Pariaman, terhadap lima tuntutan warga di sini 1 Juli 2019 lalu. Tapi solusinya belum ada, sehingga sampah makin menumpuk. Makanya kami tutup dulu sampai ada solusi," sebut Kepala Dusun Durian Tungka Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Edi Zulhelmi, pada Kamis (11/7/2019).

Edi mengatakan, lima tuntutan tersebut antara lain yaitu, dana kompesasi PKK, kesejahterahan pekerja yang ada di TPST, pengolahan sampah secara maksimal, dan air bersih untuk warga Durian Tungka Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

"Penutupan ini akan tetap kami lakukan sampai adanya solusi dari pemerintah. Kerana kalau tidak ditutup sampah akan tetap meluap dan air sungai juga terus tercemar dari air sampah ini," sebut Edi.

Lanjut Edi, dibiarkan terus takutnya nanti bisa menimbulkan penyakit kepada masyarakat di sini. Sedangkan untungnya tidak ada bagi warga.

"Kompensasinya tidak ada bagi warga di sini, kalau seandainya terjaring sakit karena sampah ini," katanya.

Dikatakan Edi, kurang lebih ada sekitar 100 kepala keluarga yang bermukiman di sekitar TPST ini. "Saya sebagai Kepala Dusun berharap adanya solusi dari pemerintah, agar masyarakatnya tidak di rugikan," katanya lagi.

(Pm)

Berita Terkait

Baca Juga