Aktivis 'Labrak' Wabup Limapuluh Kota Usai Terima Uang Pengganti ONH dari Bupati

Aktivis Labrak Wabup Limapuluh Kota Usai Terima Uang Pengganti ONH dari Bupati Foto: Bupati menyerahkan uang Rp 70 juta ke Wabup di rumah dinas Wakil Bupati, kemarin sore

Covesia.com -  Aktivis Luak 50, Dendi 'melabrak' Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan usai menerima uang pengganti ONH dari Bupati, Irfendi Arbi, Rabu (10/07/2019) sore. Dendi merasa Wabup perlu mempertanyakan uang yang diterimanya dan bisa menjadi temuan Gratifikasi oleh penegak hukum.

“Saya mendengar ada media sosial, Bupati menyerahkan uang kepada Wabup senilai Rp 70 juta untuk mengganti uang ONH Wabup yang disetorkan ke kas negara kemarin. Jadi saya tidak puas dengan hal itu karena sudah masuk dalam kategori gratifikasi,” kata Dendi kepada Covesia.com, Kamis (11/07/2019) siang.

Dendi mengaku langsung mendatangi Wabup pada Kamis pagi ke ruang kerjanya di kantor Bupati. Disini ia mempertanyakan posisi Bupati dan Wakil Bupati sebagai kepala daerah yang menjadi orang pemberi dan penerima sebuah materi diatas nilai Rp 10 juta.

“Jelas hal ini bertentangan dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Apa yang dilakukan oleh Bupati dan Wabup, sudah masuk ke ranah Gratifikasi. Ini pidana karena kepala daerah memberi dan menerima materi diatas nominal Rp 10 juta,” katanya.

Disana, Dendi meminta Wabup untuk bisa mempertanggung jawabkan yang diterimanya dari Bupati ini ke KPK dan Penegak Hukum nantinya. Termasuk menerangkannya di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) dirinya tahun 2019 ini nantinya.  

“Walaupun nominalnya hanya Rp 70 juta. Wabup harus menjelaskan nanti ke publik secara transparan uang yang diterimanya ini digunakan untuk apa. Harus tertera di LHKPN Wabup ini nanti. Laporan ini harus diberikan ke penegak hukum maupun KPK,” ucapnya.

Ia juga mengatakan pagi itu ia juga ingin mendatangi Bupati ke ruangannya untuk meminta pertanggungjawaban asal uang yang diberikan kepada Wabup. Namun Bupati tidak berada ditempat dan saat ditanya ke beberapa ASN, mereka mengaku tidak tahu.

“Usai dari tempat Wabup, saya ke sebelah (Ruangan Bupati-red). Tapi dia tidak ada di ruangan. Ditanya beberapa pegawai, mengaku tidak tahu dimana Bupati. Saya ingin menanyakan sumber dana Rp 70 juta ini kepada beliau,” ucapnya.

Baginya, Bupati juga harus mempertanggung jawabkan uang Rp 70 juta ini kepada masyarakat dan penegak hukum. Darimana sumber dana uang tersebut. Jangan sampai masyarakat berspekulasi bahwa uang tersebut ada kaitannya dengan Mutasi ASN yang dilakukan hari ini.

“Bupati juga harus memberikan laporan pertanggung jawaban ke masyarakat dan negara. Dari mana uang ini didapat. Patungannya seperti apa?. Siapa saja dan berapa setiap orang menyumbang harus jelas. Jangan sampai masyarakat berspekulasi uang tersebut ada kaitannya dengan mutasi ASN hari ini. Pasalnya, pernah berembus kabar tidak sedap soal jual beli jabatan di Limapuluh Kota. Ini untuk nama baik Limapuluh Kota juga,” jelasnya.

Tindakan Dendi melabrak Wabup ke ruang kerjanya ini, berdasarkan informasi media sosial dan beberapa berita online yang menerangkan Bupati Irfendi Arbi menyerahkan uang tuni senilai Rp 70 juta ke Ferizal Ridwan di rumah dinas Wakil Bupati, Rabu sore. Uang ini hasil patungan dari ASN yang berniat membantu Wabup menghadapi persoalan status Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang dilampu merahkan oleh Kemendagri.

Akibat Wabup dilarang Kemendagri pergi ke luar negeri untuk naik haji menggunakan dana APBD Kabupaten Limapuluh Kota, Wabup akhirnya menyetorkan uang senilai Rp 68 juta ke kas negara untuk mengganti uang APBD yang telah disetorkan oleh Pemkab Limapuluh Kota ke Biro Jasa Perjalanan Haji yang diperuntukkan kepada petugas TPHD.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga