Kapolres Mentawai Minta Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Persoalan Terkait Penegakan Hukum

Kapolres Mentawai Minta Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Persoalan Terkait Penegakan Hukum Foto: Kornelias Septin Rahayu

Covesia.com - Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Hendri Yahya menyatakan bahwa skala prioritas yang dilakukan jajarannya pada masa mendatang yakni menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan penegakan hukum (Gakkum). 

"Kita mengikuti arahan Kapolri dan Presiden Jokowi untuk meredam tindakan pidana korupsi, illegal mining, illegal fishing, terorisme, kejahatan transnasional dan konvensional, dan segala aspek di Kepulauan Mentawai ini," ujar AKBP Hendri Yahya pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 73 di halaman kantor Dinas Perhubungan, desa Tuapejat kecamatan Sipora Utara, Rabu (10/7/2019). 

Pelaksanaan apel HUT Bhayangkara ke 73 di lokasi strategis tersebut ia katakan sebagai salah satu upaya untuk bersilaturahmi bersama masyarakat. 

"Dengan berbaur bersama masyarakat, kami berharap masyarakat merasa dilindungi, diayomi, dan tidak ragu menyampaikan persoalan terkait penegakan hukum," katanya. 

Sesuai tema "Dengan semangat promoter pengabdian polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara",  ia menambahkan bahwa Polres maupun Polsek di Mentawai telah melaksanakan agenda nasional Pilpres, Pilkada, Pileg, kegiatan hari besar, penegakan hukum, maupun peredaman kejahatan berimplikasi kontinjensi.

"Dengan adanya terobosan kreativitas  dari beberapa divisi di Polres Mentawai, berhasil membawa situasi kondusif di Mentawai sehingga kita juga memberikan reward bagi Polri teladan," imbuhnya. 

Hal tersebut diantaranya, penghargaan kepada divisi Babinkamtibmas, SatSabhara, dan Satreskrim.

"Di Kepulauan Mentawai ada tunjangan khusus pulau terluar, kita berharap dapat memotivasi personel agar memiliki kinerja yang bagus, terobosan kreatif dalam melayani masyarakat, dan mampu meningkatkan situasi kondusif," ujar AKBP Hendri Yahya. 

Ia menambahkan bahwa kendala yang dihadapi yakni kondisi geografis Mentawai yang terpisah-pisah oleh laut. 

"Jika ada kasus menonjol, untuk menuju pulau lainnya dengan menggunakan long boat, jarak tempuh bisa mencapai 2-3 jam, sedangkan kapal antar pulau 11-12 jam. Namun kita selalu berkoordinasi dengan pihak Polsek," katanya.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu


Berita Terkait

Baca Juga