Meski Diserang Hama Tikus, Pemkab Pessel Optimis Target Produksi Padi Tahun Ini Tercapai

Meski Diserang Hama Tikus Pemkab Pessel Optimis Target Produksi Padi Tahun Ini Tercapai Kabit Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pessel bersama anggotanya.(Foto: Indrayen/ Covesia)

Covesia.com - Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) tetap optimis dalam pencapaian target produksi padi di tahun 2019 ini sebesar 300.519 ton, meski di beberapa kecamatan tanaman padi petani diserang hama tikus.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pessel Nuzirwan, melalui mengatakan, pihaknya menargetkan hasil produksi padi di daerah tersebut pada tahun 2019 ini sebesar 300.519 ton dengan luas lahan sawah petani 30, 416 hektare.

"Kita tetap optimis target produksi padi di tahun 2019 ini masih tercapai. Untuk pencapaian itu, kita berpatokan sesuai dengan tahun lalu, dimana pada tahun lalu kita mentargetkan hasil produksi padi sebesar 296.078 ton dan realisasinya melebihi target yaitu sebesar 352.925,"katanya pada Covesia.com Selasa (9/7/2019)

Ia menambahkan, meski saat ini di beberapa kecamatan tanaman padi petani di daerah itu diserang hama tikus. Dirinya tetap yakin target tahun ini tercapai. Karna pihaknya, telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi serang hama tikus.

Diantaranya, beberapa kecamatan tanaman padi petani yang diserang hama tikus yaitu, di Kecamatan Batangkapas, Sutera dan Lengayang.

"Ya, setelah kita mengetahui bahwa di beberapa kecamatan di Pessel diserang hama tikus, kita langsung turun ke lapangan dengan berbagai gerakkan,"ucapnya

Dijelaskannya berbagai upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi serangan hama seperti, dengan memberikan asuransi pada petani.

"Dimana kita menganjurkan petani dalam pengurusan asuransi melalui ketua kelompok, dan petani harus membayar Rp36 ribu per hektar, apabila terjadi gagal panen bakal dibayarkan sebesar Rp6 juta,"terangnya

Selain dari asuransi pihaknya menganjurkan petani untuk, melakukan tanam serentak, pembersihan lingkungan sawah, memakai teknologi jajar legowo, dan melakukan per giliran tanam.

"Jadi salah satu dampak dalam mengatasi hama tikus kita harus melakukan hal itu, setidaknya kita dapat mengurangi serangan, karena tikus sifatnya hidup di lingkungan tidak terawat,"ujarnya

Lanjutnya, dalam penerapan itu, pihaknya telah bisa melihat keberhasilan yang dilakukan oleh para petani di kecamatan lainnya. Salah satunya seperti di Ranhul Tapan, hasil tanaman padi petani terus meningkat dengan menggunakan teknik jajar legowo.

"Selain Ranhul Tapan, sistem tersbut juga telah digunakan di kecamatan Linggo Sari Baganti, Ranah Pesisir, Tarusan dan Bayang, rata-rata tanaman padi mereka tidak diserang hama tikus karena selain sistem jajar legowo, petani juag melakukan tanam serentak," tutupnya

Kontributor Pessel: Indra Yen

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga