Sambil Mencari Ikan Nelayan Di Agam, Ikut Lestariakan Laut

Sambil Mencari Ikan Nelayan Di Agam Ikut Lestariakan Laut (Foto: Johan/covesia)

Covesia.com - Sambil mencari ikan, nelayan di Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) turut melestarikan laut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupatem Agam, Arman Aciak mengatakan, selain membawa perbekalan dan peralatan alat tangkap ikan, para pencari rizki di perairan ini selalu membawa Rumpon "pelepah enau muda serta tanaman Bakau yang sudah diikat. 

"Rumpon nantinya akan di ikatkan ke batu berukuran sebesar kepala dan benamkan kedasar laut," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com Selasa (9/7/2019).

Dijelaskan Arman, Rumpon itulah nantinya yang akan menjadi makanan udang serta plankton, jika populasi plankton dan udang meningkat itu akan mengundang ikan-ikan kecil ke lokasi. 

"Plankton dan udang adalah makanan ikan-ikan kecil, sesuai rantai makanan ikan kecil inilah nantinya di makan oleh ikan yang berukuran besar, jadi kita tidak usah pergi ke laut lepas untuk mencarinya," jelasnya.

Selain itu, lanjut Arman, sisa ranting kayu tersebut nantinya akan dihinggapi bunga karang, lamban laun bunga karang itu akan berakar dan menjadi terumbu karang dan menjadi tempat tinggal ikan. "Kita selalu menekankan nelayan agar setiap melaut harus membawa 4 atau 5 buah rumpon untuk di benamkan ke dasar," jelasnya.

Menurutnya, menjaga laut merupakan tanggung jawab bersama, jika dasar laut gersang, ikan-ikan akan menjauh, tentunya berdampak kepada hasil pencarian para nelayan. 

"Menjaga terumbu karang sangat sulit, menurut ahli terumbu karang dalam satu tahun hanya tumbuh sepanjang 2 cm, serta rentan dengan kerusakan, itulah sebabnya kami tidak mengizinkan nelayan menangkap ikan menggunakan jaring robot (sebutan nelayan setempat untuk alat tangkap pancing jenis jaring yang ditarik menggunakan mesin *red), sebab itu merusak terumbu karang," pungkasnya

(han/utr)

Berita Terkait

Baca Juga