Soal Menangani Anak Jalanan di Padang, Pengamat: Aparat Masih Monoton

Soal Menangani Anak Jalanan di Padang Pengamat Aparat Masih Monoton Pengamanan sejumlah anak jalanan di Kota Padang oleh Satpol PP beberapa waktu yang lalu ( Foto: Humas)

Covesia.com - Pengamat Sosial dan juga Sosiolog dari Universitas Negeri Padang (UNP), Erian Joni melihat aparat dalam menangani anak jalanan di Kota Padang, masih terkesan monoton. Dirazia lalu diberikan nasehat setelah itu dilepas kembali.

"Perlu hendaknya aparat terkait sifatnya memberikan pemberian keterampilan hidup atau live skilils pada komunitas-komunitas yang tergolong nonkonformitas tersebut," kata Erian Joni, saat di hubungi Covesia.com pada Senin malam (8/7/2019).

Selain itu kata Erian, perlunya pengawasan yang edukatif terhadap berbagai komunitas penyandang masalah sosial di jalanan seperti anak punk, anak jalanan, pengemis dan lainya. Karena perilaku mereka sudah mengarah pada perilaku anti sosial. 

"Dari kasus penyerangan Mako Satpol PP Padang, pada Jumat (5/7/2019) dini hari lalu yang dilakukan belasan anak jalanan itu menjadi pertanda bahwa komunitas jalanan memiliki potensi untuk melakukan kekerasan terhadap pihak lainnya," ungkap Erian.

Lanjut Erian, kehidupan jalanan yang keras diperkotaan dan pengaruh narkoba dan zat addiktif dipandang menjadi pemicu tindakan menyimpang tersebut. Kemudian, solidaritas dalam kelompok juga memberi penguatan pada kelompok seperti punk untuk melakukan kekerasan termasuk pada aparat penegak hukum.

"Aparat tentunya telah melaksanakan fungsinya sesuai dengan SOP yang berlaku. Tapi menurut saya perlunya hendaknya penanganan yang lebih serius terkait keberadaan anak jalanan di Kota Padang, karena aktifitas mereka sebagian menimbulkan keresahan di dalam masyarakat," ucap Erian.

Kontributor: Peri Musliadi


Berita Terkait

Baca Juga