Lestarikan Warisan Dunia, Penambangan Batubara di Ombilin akan Dilarang

Lestarikan Warisan Dunia Penambangan Batubara di Ombilin akan Dilarang Gedung PT Bukit Asam di Kota Sawahlunto. Gedung ini menjadi pusat perkantoran usaha penambangan batu bara sejak penjajahan Belanda. Foto: Antara

Covesia.com -  Aktivitas penambangan di daerah tambang bartubara Ombilin, Sawahlunto, Sumbar akan dilarang, sekaitan dengan ditetapkannya Ombilin sebagai warisan dunia UNESCO. 

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan  pihaknya berencana untuk menghentikan aktivitas penambangan di kawasan Tambang Batu Bara Ombilin. 

"Jangan ada lagi aktivitas tambang di sana, awasi penambang legal," katanya saat konferensi pers, Senin (8/7/2019). 

Irwan memaparkan, sebelum menjadi warisan dunia, tambang batubara Onbilin adalah bekas aktivitas tambang dari PT Bukit Asam. Perusahaan tambang milik pemerintah Indonesia itu kini tidak beroperasi lagi.

"PT BA sudah lama tidak beroperasi," paparnya.

Irwan mengimbau agar aktivitas pertambangan yang legal maupun ilegal untuk diberhentikan.

"Kini aktivitas tambang, hanya beroperasi di daerah Sijunjung," katanya.

Sebelumnya, bekas tambang batubara Ombilin, Sawahlunto baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Penetapan itu diumumkan pada gelaran sesi ke 43 Pertemuan Komite Warisan Dunia di Baku, Azerbaijan, Sabtu (6/7/2019) lalu. 

Kontributor: Muhammad Iqbal

Berita Terkait

Baca Juga