Pemkab Agam dan Niniak Mamak Bawan Sudah Bahas Soal HGU PT AMP Plantion

Pemkab Agam dan Niniak Mamak Bawan Sudah Bahas Soal HGU PT AMP Plantion Martias Wanto

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengaku sudah membahas tuntutan ninia mamak (Tokoh Adat) Nagari Tiku V Jorong dan Nagari Bawan terhadap Hak Pengolahan  HGU 11 PT AMP Plantation.

“Dulu sudah kita dibahas, sudah ada rapat terakhir dengan Muspida dan pihak Bawan, termasuk juga dari PT. AMP itu sendiri," ungkap Sekda Agam Martias Wanto saat di konfirmasi Covesia.com, Rabu (26/6/2019).

Dijelaskannya, pembagian hak tersebut dilaksanakan gedung perwakilan Sumbar di Balairung Jakarta pada tahun 2013 silam, namun utusan dari niniak mamak Bawan belum menindaklanjutinya. 

"Sekarang kan pihak Nagari Bawan sudah menindaklanjutinya, kita akan bahas kembali," lanjutnya.

Pemerintah Agam berharap permasalahan terhadap HGU 11 ini bisa diselesaikan secepatnya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

" Jika persyaratan dari pihak Bawan susah dilengkapi, ini akan kita agendakan lagi untuk penyelesaiannya, kita menginginkan permasalahan ini bisa diselesaikan secepat mungkin," ungkap Sekda.

Sebelumnya diberitakan Niniak-mamak Nagari Bawan dan Tiku V Jorong menuntut hak masyarakat di lahan HGU 11 yang dikelola oleh PT AMP Plantation, pihaknya sudah mengajukan surat permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Agam untuk penyelesaian masalah tersebut.

(han)


Berita Terkait

Baca Juga