Pembangunan RSUD Bukittinggi Terhenti, Pemko Keluarkan SP I

Pembangunan RSUD Bukittinggi Terhenti Pemko Keluarkan SP I (Foto: Debi/covesia)

Covesia.com - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berlokasi di by pass Gulai Bancah, Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi terhenti. Dan pemerintah kota telah mengeluarkan SP I kepada pemenang tender pembangunan tersebut.

"Kemarin ini memang iya pembangunannya sempat terhenti dan kita pemerintah kota Bukittinggi juga telah mengeluarkan SP I kepada pihak pemegang tender pembangunan itu," ungkap Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Selasa (25/6/2019).

Ia menjelaskan pemberian SP I itu dikeluarkan sesuai aturan karena pembangunan yang sempat terhenti karena pemerintah juga telah mengeluarkan uang panjar yang sama dengan uang pinjaman sebesar Rp 15 M pada saat tahap awal pembangunan dimulai.

"Setiap anggaran yang diajukan dinilai kembali, maka pemerintah menilai disesuaikan dengan kebutuhan pada saat itu. Membayar sesuai hasil," kata Ramlan.

Ia mendesak pihak pemenang tender untuk segera menyelesaikan pembangunan yang sempat terhenti karena kontrak pembangunan RSUD Bukittinggi selesai pada Mei 2020.

"Ada keterlambatan kerja dan sudah diberi SP I dan diharapkan pembangunan selesai sesuai aturan yang ada dan tepat waktu," tutupnya.

Diketahui pembangunan RSUD Bukittinggi menelan biaya sebesar Rp 102 M lebih dengan menggunakan dana APBD dengan masa pelaksanaan 660 hari.

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga