Ini Alasan Puluhan KPM PKH di Pasaman Mengundurkan Diri

Ini Alasan Puluhan KPM PKH di Pasaman Mengundurkan Diri Koordinator PKH Pasaman, Yodi Hidayat saat melaksanakan tablig akbar bersama KPM PKH di Rao Selatan, Senin (24/06/2019).

Covesia.com - Puluhan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengundurkan diri karena merasa sudah mapan dan mandiri.

Koordinator PKH Pasaman, Yodi Hidayat mengatakan permohonan puluhan KPM PKH itu terjadi seusai tabligh akbar PKH ber tema mulia hidup dengan tuntunan islam. Secara mengejutkan di penghujung acara ibu-ibu PKH yang sudah selama 4 tahun belakangan dibina oleh pendamping PKH meyakinkan tekat untuk tidak lagi bergantung pada bantuan PKH. 

Saat ini hampir 30 KK yg sudah bersedia keluar secara hormat dari PKH, "6 orang mengajukan sejak akhir Tahun 2018 lalu. Hari ini ada 22 orang ajukan pengunduran diri dari 1.038 KPM di Kecamatan Rao Selatan," kata Yodi Hidayat kepada Covesia.com, usai melaksanakan tablig akbar bersama KPM PKH di Rao Selatan, Senin (24/06/2019).

Pihaknya kata Yodi bakal melakukan wisuda serta pemberian sertifikat kepada anggota yang mengundurkan diri itu akhir tahun ini. Keberhasilan ini adalah buah kerja keras pendamping sosial PKH di seluruh kecamatan.

"Artinya kita bersama teman-teman pendamping sudah berhasil merubah mindset KPM. Karena bagi yang mengundurkan diri itu memang murni atas kemauannya agar bisa diisi oleh keluarga lain yang mendapat. Mereka beralasan taraf hidupnya semakin mapan dan mandiri sejak mendapat pendampingan dari PKH. Karena target kita memang bukan sekedar menyalurkan bantuan tapi memberikan pendampingan agar pola hidupnya berubah," katanya.

Menurut Yodi, nominal yang diterima oleh masing-masing PKH bervariasi sesuai dengan yang ditambah dengan bantuan tetap setiap Kepala Keluarga (KK).

"Bantuan tetap yang diberikan hanya pada tahap pertama yaitu untuk reguler Rp500 ribu per tahun dan  PKH Akses Rp1 Juta per Tahun. Kemudian Ibu Hamil Rp2,4 Juta, Anak Usia Dini Rp2,4 Juta, SD Rp900 ribu, SMP Rp1,5 Juta, SMA Rp2 Juta, Disabilitas Berat Rp2,4 Juta dan Lansia Rp2,4 Juta. Seluruhnya disalurkan empat tahap setiap tahunnya," tambahya.

Namun kata dia, pihaknya juga selalu menekankan kepada peserta PKH untuk di bina agar bisa mengutamakan tangan di atas, dan berbagi untuk warga lain yang membutuhkan.

"Karena di Pasaman masih banyak warga kurang mampu yang belum mendapat PKH. Sebab dari data Kemensos tercatat warga Pasaman sebanyak 30.000 KK yang kurang mampu. Sementara yang menerima bantuan saat ini baru 12.834 KK, artinya masih sekitar 55 Persen lagi yang belum tergabung sebagau penerima. Kemudian kami juga melakukan evaluasi dan pembinaan setiap bulannya agar pemanfaatan dana itu tepat sasaran," tutupnya.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga