Rekontruksi Pembunuhan Bocah di Kebun Cokelat, Pelaku Sempat Coba Bunuh Diri

Rekontruksi Pembunuhan Bocah di Kebun Cokelat Pelaku Sempat Coba Bunuh Diri Reka Ulang kasus pembunuhan terhadap anak dibawah umur di Pasaman, Kamis (20/6). (Heri/ Covesia.com)

Covesia.com- Polisi melakukan reka ulang atau rekontruksi atas kasus pembunuhan terhadap Rahmat Sah (10) anak dibawah umur dengan tersangka Amrizal (30) yang tidak lain paman korban sendiri di halaman Mapolres Pasaman, Sumatera Barat, Kamis (20/6/2019).

Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin mengatakan rekontruksi itu bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang terjadinya tindak pidana dan menguji kebenaran keterangan tersangka atau saksi. Sehingga dari situ bisa diketahui benar atau tidaknya tersangka sebagai pelakunya.

"Peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap korban di Kampung Sukadamai II, Jorong Panti Utara, Kecamatan Panti, Pasaman direka ulang sebanyak 23 adegan. Adapun para pemeran yaitu tersangka diperankan sendiri Amrizal, korban diperankan Genta, dan tujuh orang saksi," kata AKBP Hasanuddin.

AKBP Hasanuddin mengatakan pihaknya dalam waktu dekat bakal melimpahkan berkas perkara tersebut ke Kejaksaan setempat untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping.

"Saat ini tengah melengkapi dan merapikan berkas perkara yang kami punya. Untuk semua pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi sudah selesai dilakukan. Insya Allah dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejaksaan Pasaman untuk segera disidangkan,"tukasnya.

Sementara Kasatreskrim, AKP Lazuardi mengatakan kasus tersebut tidak termasuk kepada pembunuhan berencana.

"Tidak. Ini kasus kriminal yang melanggar Pasal 338 KUHP dan Undang-undang Perlindungan anak. Nanti kita lihat perkembangan sidang di pengadilan berapa tahun hukuman penjara yang diterima tersangka,"katanya.

Pantauan Covesia.com dilokasi, reka ulang disaksikan oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat.

Pihak kepolisian setempat menampilkan pada satu per satu adegan mulai dari awal tersangka memintak korban mengantarnya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan dalih ada dompetnya ketinggalan.

Dalam reka ulang, terlihat ketika tersangka mulai memukul korban beberapa kali. Sebelum kemudian menutup jasad korban dengan daun pisang pinang dan coklat di kebun cokelat Simpang Mangga Maninjau, Nagari Panti, Kecamatan Panti.

Usai berhasil membunuh korban, diadegan 17 sampai 20 tersangka pergi meninggalkan lokasi dan membeli sebuah handphone baru merk Strawberry dan kartu baru. Kemudian tersangka menghubungi ayah korban untuk meminta tebusan Rp250 Juta.

Namun pada adegan 21 tersangka mulai sadar bahwa tindakan jahatnya itu sudah tercium oleh aparat dengan petunjuk dan saksi-saksi yang ada. Hingga akhirnya nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat nadi tangan kanan, lalu minum racun dan racun tikus. 

Namun usahanya itu gagal, setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping. Hingga akhirnya berhasil diringkus pihak kepolisian setempat.

(her)


Berita Terkait

Baca Juga