Masyarakat Bawan dan Nagari Tiku Limo Jorong Tagih Hak di HGU 11

Masyarakat Bawan dan Nagari Tiku Limo Jorong Tagih Hak di HGU 11 KAN Nagari Bawan dan Tiku V Jorong saat jumpa Pers dengan awak media di Lubuk Basung, Kamis (20/6/2019)

Covesia.com - Kerapatan adat melalui ninik mamak, tokoh masyarakat pemuda Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari dan Nagari Tiku Limo Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara mempertanyakan hak masyarakat dari pengolahan lahan Hak Guna Usaha (HGU) 11 yang dikelola  PT AMP Plamtation yang terletak di dua nagari tersebut.

Ketua Kerapatan Adat Nagari Bawan Adrian Agus Dt Kando, saat melakukan Konferensi Pers di Lubuk Basung, Kamis (20/6/2019) mengatakan, lahan yang sudah dikelola perusahaan selama bertahun-tahun itu tidak ada kejelasannya hingga saat ini sehingga masyarakat adat menanyakan kejelasan hak mereka sebagai pemilik lahan.

"Persoalan ini sudah berlangsung sejak lama dari 2013, di mana ribuan masyarakat Bawan turun menguasai lahan HGU 11 PT AMP Plantation, dikarenakan ketidakpuasan dan tidak adanya kejelasan," ujarnya.

Dijelaskannya,  keberadaan perkebunan di lahan HGU 11 sudah ada sejak 1998, tetapi HGU nya baru terbit, 2004 dengan luas 4360 hektar yang melibatkan Nagari Bawan dan Tiku V Jorong. Meski demikian semenjak diterbitkannya HGU  hingga saat ini masyarakat belum menerima hak mereka.

"Masyarakat Bawan sudah pernah turun melakukan unjuk rasa enam tahun lalu, berakhir mediasi. Pada kesempatan itu pihak perusahaan bersedia memenuhi dan melimpahkan kepada pemerintah, serta diminta berkomunikasi dengan Pemuka Tiku Limo Jorong karena menyangkut lahan kedua nagari," jelasnya.

Saat ini masyarakat Nagari Bawan dan Tiku V Jorong sudah menemukan kesepakatan dan bersama menuntut hak mereka dari Pihak Perusahaan.

"Sederhananya masyarakat hanya memiliki tiga tuntutan yaitunya selesaikan siriah dalam adat, keluarkan hak plasma kemudian berikan hak masyarakat yang telah dipakai," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris KAN Nagari Tiku Limo Jorong, A Sidi Bandaro mengatakan, terkait tuntutan HGU 11 pihaknya sudah memohon kepada Pemda Agam untuk penyelesaian permohonan itu sudah disampaikan melalui surat yang diserahkan tanggal 25 Mei nomor 03/GG/TVJ-BWN/V-2019 

"Sampai saat ini kami dari kedua nagari  kedua nagari masih menunggu jawaban dari pihak pemerintah, persoalan ini perlu dituntaskan karena HGU 11 Berakhir tahun 2034. Sementara pihak perusahaan sudah berencana melakukan replainting tentunya ini akan menambah masalah dikemudian harinya," terangnya.

Pada konfrensi hadir antara lain, ninik mamak, Tokoh masyarakat, pemuda Bawan, Tiku Limo Jorong, antara lain, Sekretaris KAN Limo Jorong Sidi Bandaro, Penasehat KAN Bawan Dt Palimo, Tokoh Masyarakat Bawan Yulisman, Sekaligus Ketua Plasma Masyarakat Bawan.

(han/don)


Berita Terkait

Baca Juga