Meski Terkendala, Pembangunan Bandara Rokot akan Dimulai Tahun 2020

Meski Terkendala Pembangunan Bandara Rokot akan Dimulai Tahun 2020 Plang merek Bandara Rokot Mentawai (Foto: mentawaikab.go.id)

Covesia.com - Perkembangan pembebasan lahan bandar udara Rokot di kecamatan Sipora selatan Kepulauan Mentawai saat ini masih dalam tahap pencairan dana ganti rugi lahan. 

"Minggu depan rencananya kita akan mencairkan dana ganti rugi tahap ke tiga untuk 12 orang," ujar Ikral Dinata Kepala bidang prasarana dan keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai, kamis (20/06). 

Sebelumnya, kata Ikral, pencairan dana kepada penggarap dan pemilik lahan sekitar bandara Rokot pada tahap pertama sudah diserahkan kepada 52 warga dan tahap kedua 64 warga. 

"Total pemilik dan penggarap lahan bandara Rokot ada 158 orang. Namun, 30 orang lagi masih belum membuka rekening untuk pencairan dana ganti rugi lahan," ungkap Ikral. 

Ia menyatakan bahwa pihaknya tetap melakukan pendekatan kepada sekira 19% pemilik dan penggarap lahan bandara Rokot yang masih bersikukuh mempertahankan lahannya. 

Meskipun demikian, pihaknya akan tetap melanjutkan pembangunan perluasan landasan pacu dan fasilitas pendukung bandara Rokot yang akan dimulai pada tahun 2020 mendatang. 

"Kita meminta agar masyarakat legowo membebaskan lahannya. Sesuai Undang-undang pembebasan lahan, dana tersebut akan kita titipkan ke pengadilan. Karena ini untuk kepentingan umum jadi tetap kita lakukan," papar Ikral. 

Selanjutnya ia menyatakan bahwa pembangunan bandara Rokot akan dilakukan secara bertahap dalam  tiga tahun pada lahan seluas 43 hektar tersebut. 

Adapun injeksi dana yang diperoleh dari APBN diperkirakan senilai Rp500 Miliar lebih. Dengan penggantian pesawat dari  jenis sushi air menjadi pesawat wing berkapasitas sekira 70 an penumpang. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga