Ruang Baca Rimba Bulan, Penerang untuk Kota Padang Panjang

Ruang Baca Rimba Bulan Penerang untuk Kota Padang Panjang Ilustrasi- Anak- anak sekolah sedang membaca buku di perpustakaan. (antara)

Covesia.com - Padang panjang terus menggeliat membumikan literasi. Hal tersebut didukung oleh masyarakatnya yang gemar membaca dan menulis. Terbukti dari data yang didapatkan setidaknya ada 22 Taman Bacaan Masyarakat, di Kota Serambi Mekah ini.

Ruang baca Rimba Bulan salah satunya. Ruang baca yang didirikan oleh dua orang kakak beradik bernama Alvin Nur Akbar dan Jumadil Fajar, warga silaiang Bawah, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat. Ruang baca ini juga dibantu oleh relawan FPL Padang Panjang.

Koordinator FPL Muhammad Subhan mengatakan, Ruang Baca Rimba Bulan semacam Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Padang Panjang.

Ia juga membeberkan mengenai penamaan ruang baca ini. “Rimba (hutan) memiliki filosofi Padang Panjang karena kota ini dikelilingi oleh rimba-rimba lebat, (Singgalang, Marapi, Tandikek, Bukit Tui). Rimba juga menjadi simbol kegelapan. Sedangkan Bulan merupakan benda langit yang bercahaya di malam gelap. Lalu Rimba Bulan, mudah-mudahan ruang baca ini menjadi cahaya yang terpancar dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehingga menghalau kegelapan,“ jelasnya kepada covesia.com, Jumat (14/6/2019).

Subhan mengatakan dalam Ruang Baca Rimba Bulan selalu memiliki program-program rutin seperti  diskusi inspirasi setiap dua bulan sekali. Biasanya mengundang orang yang ahli di bidangnya. Seperti duta baca, jurnalis, bahkan sastrawan sumbar.

“Dalam waktu dekat kami akan mengadakan kunjungan balasan ke Komunitas Tanah Rawa Payakumbuh yang bulan Ramadhan lalu berkunjung ke Ruang Baca Rimba Bulan,” Ungkapnya.

Ruang Baca Rimba Bulan memang memiliki daya tarik sendiri. Desainnya yang dari kayu dan penyusunan buku yang menarik.  Selain bisa membaca buku dengan gratis, pengunjung tak dipungut biaya apapun.

Kini, Ruang Baca Rimba Bulan semakin ramai dikunjungi, tak hanya oleh masyarakat sekitar tapi juga orang dari luar kota. Maka dari itu, penggagas Ruang baca berniat mengembangkan kelas musik, tahfiz Alquran, dan melukis untuk mengembangkan kreatifitas anak-anak. 

Reporter Padang: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga