Masyarakat Kerap Lihat Wanita Berpakaian Merah di Lokasi Innova Terjun ke Jurang

Masyarakat Kerap Lihat Wanita Berpakaian Merah di Lokasi Innova Terjun ke Jurang Lokasi jatuhnya Mobil Innova di lokasi pengkolan PLTA Batang Agam ( Covesia/Angga)

Covesia.com - Pasca terjunnya mobil Innova warna putih BA 1751 BP di dekat pengkolan PLTA Batang Agam, Minggu (09/06/2019) pukul 23.00 WIB, masyarakat langsung berspekulasi ada yang tidak beres dengan lokasi kejadian. Pasalnya, lokasi memang dianggap sebagai tempat yang angker dan sesekali pengendara yang lewat bisa melihat penunggu lokasi dengan sosok wanita berpakaian merah.

Pantauan Covesia.com, di kawasan jatuhnya mobil Innova ini ke jurang memang akan gelap jika malam hari. Terlebih dalam kondisi hujan karena tidak ada satupun penerangan jalan. Satu-satunya penerangan yang diharapkan, yaitu lampu kendaraan itu sendiri.

Di kiri dan kanan jalan, banyak rumpun bambu dan tebing yang membuat kesan sebagai tempat yang angker. Tidak ada satupun bangunan di jalan sepanjang 800 meter ini. Hanya ada satu tumpukan sampah yang diduga menjadi lokasi pembuangan sampah liar oleh masyarakat di tepi jalan.

Mursanis (66), warga setempat mengatakan lokasi jatuhnya Innova putih ini memang dianggap angker oleh masyarakat setempat. Jika melewati jalan ini sendirian pada malam hari, akan terasa suasana magis yang tidak biasa. Bahkan sesekali pengendara bisa melihat penunggu jalan ini yaitu sosok wanita berbaju merah.

“Ini jalan memang angker. Sudah dari dulu terkenal angkernya oleh masyarakat sini. Penunggu jalan ini wanita berbaju merah. Sudah ada beberapa kali masyarakat sekitar dan pengendara yang melihat sosok wanita tersebut. Termasuk saya,” kata Mursanis kepada Covesia.com, Senin (10/06/2019).

Mursanis menuturkan angkernya lokasi ini dipercaya karena dulu di kawasan PLTA Batang Agam kerap menjadi pembuangan mayat kasus pembunuhan. Termasuk saat perang saudara PRRI tahun 1958 dan tragedy PKI tahun 1965, sungai Batang Agam di sekitar lokasi sering bermunculan mayat terapung.

“Cerita-cerita orang terdahulu, di jaman PRRI dan Pembantaian PKI banyak jenazah dibuang di sini. Termasuk kasus-kasus pembunuhan ada juga yang membuang mayat korbannya disini. Karena itu daerah sini jadi angker,” katanya.

Di tahun 1970-an, saat Mursanis masih muda pernah di jalan dekat jatuhnya mobil Innova ini ada orang hilang karena dibawa orang bunian. Sejak saat itu, banyak kecelakaan yang memakan korban.

“Dulu saat saya masih muda, sekitar tahun 70-an, ada orang hilang di sini. Kabarnya, dibawa orang Bunian. Sejak saat itu banyak kejadian-kejadian yang memakan korban jiwa di sini,” ungkapnya.

Mursanis tidak menampik cerita supir mobil Innova yang menyebutkan stir mobil seperti di banting ke arah jurang. Pasalnya, hal tersebut bisa jadi mengingat lokasi memang terkenal angker.

“Bisa jadi karena di sini memang angker. Dilokasi sering terlihat monyet liar, jika sudah tidak terlihat dalam beberapa hari. Kata orang-orang tua dulu sedang ada penunggu disana. Jadi kami berpatokan jika ada monyet berkeliaran di tepi jalan, berarti sedang aman dari gangguan penunggu,” ungkapnya. 

(agg/don)

Baca juga: Berikut Pengakuan Sopir Innova yang Masuk Jurang di Kawasan PLTA Batang Agam

Berita Terkait

Baca Juga