Tim SAR Gabungan Sisiri Aliran Sungai Batang Agam Cari Dua Korban Mobil Innova

Tim SAR Gabungan Sisiri Aliran Sungai Batang Agam Cari Dua Korban Mobil Innova Tim SAR Gabungan Sisiri Aliran Sungai Batang Agam Cari Dua Korban Innova, Senin (10/6/2019)(Foto: Covesia/ Angga)

Covesia.com - Kecelakaan tunggal mobil Innova BA 1751 BP yang terjun ke jurang sedalam 30 meter di dekat kawasan PLTA Batang Agam mendapatkan perhatian masyarakat. Berbagai turut membantu proses pencarian 2 penumpang yang masih hilang diduga hanyut terbawa arus sungai. Sedangkan sampai pukul 13.30 WIB, Senin  (10/06/2019) aliran sungai masih deras dan air berwarna coklat.

Pantauan Covesia.com di lokasi jatuhnya mobil, aktivitas terlihat sibuk. Berbagai instansi dari TNI, Polri, BPBD Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, PMI, Team Offroad Bukittinggi dan Komunitas Pendaki Gunung Marapi turut membantu Basarnas melakukan proses pencarian. Sampai saat ini, penyisiran masih dilakukan di bibir sungai mencari kedua korban.

“Alhamdulillah, kami mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak. Ada BPBD tiga pemda yang ikut mencari yaitu Limapuluh Kota, Agam dan Payakumbuh. Termasuk beberapa komunitas giat alam, TNI, Polri dan PMI. Termasuk sejumlah masyarakat setempat. Masih banyak pihak yang meminta izin untuk membantu sampai saat ini dan kami sangat berterima kasih dan salut akan solidaritas masyarakat,” sebut Koordinator Pos SAR Kabupaten Limapuluh Kota, Robi Saputra kepada Covesia.com, Senin (10/06/2019).

Ia juga mengatakan dalam pencarian hari ini, tim dibagi menjadi tiga dan masing-masing menyusuri sungai ke arah utara, selatan dan timur dengan metode menyusuri bibir sungai. Hal ini dikarenakan kondisi sungai yang masih berbahaya, tidak digunakan peralatan SAR air.

“Arus masih deras dan air berwarna coklat. Kami tidak mau mengambil resiko. Tetapi peralatan SAR air tetap stand by di lokasi. Sekarang hanya menyusuri tepi sungai dengan berjalan kaki sampai ke PLTA Batang Agam,” katanya.

Saat ditanya jejak korban, Robi menuturkan hal tersebut ada ditemukan tanda-tanda akan ditemukan korban. Namun belum bisa dipastikan karena masih mencari kebenaran di lapangan.

“Ada beberapa tanda akan ditemukan korban. Tetapi belum pasti. Hanya ada informasi dari masyarakat salah satu penumpang yang hilang ditemukan. Tetapi anggota sedang mengkonfirmasi kebenaran apakah benar atau tidak,” ungkapnya.

Sebelumnya, mobil Innova BA 1751 BP berwarna putih diduga kehilangan kendali saat melaju dari arah Payakumbuh menuju Bukittinggi dan akhirnya terjun ke jurang sedalam 30 meter di dekat PLTA Batang Agam, Minggu (09/06/2019) pukul 23.00 WIB. Mobil ini berisi 10 penumpang, sampai saat ini dilaporkan satu penumpang atas nama Najuwa (8) meninggal dunia dan 7 penumpang mengalami luka-luka. Sedangkan dua penumpang hilang yang diduga terseret arus sungai.

Petugas yang melakukan evakuasi korban dan mobil sempat terkendala penerangan dan kondisi cuaca yang hujan. Ditambah lagi arus sungai saat kejadian sedang deras. Sempat upaya evakuasi dan pencarian dihentikan pukul 01.30 WIB dan kemudian dilanjutkan pukul 03.00 WIB.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RSUD Adnan WD, sedangkan mobil naas ini berhasil dievakuasi sekitar pukul 05.00 WIB. 

(agg/don)


Berita Terkait

Baca Juga