BKSDA Pasaman Amankan Ratusan Potong Kayu di Hutan Malampah

BKSDA Pasaman Amankan Ratusan Potong Kayu di Hutan Malampah BKSDA Pasaman berhasil mengamankan ratusan potong kayu hasil olahan ilegal di Hutan Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Jum'at (24/05/2019)( Foto: BKSDA)

Covesia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman, Sumbar berhasil mengamankan ratusan potong kayu hasil olahan ilegal di Hutan Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Jumat (24/5/2019).

Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade putra kepada Covesia.com, mengatakan setidaknya ada sekitar 150 potong balok kayu dengan berbagai ukuran jenis Meranti (Ikir) yang berhasil diamankan petugas.

"Benar. Namun di lokasi tidak kami temukan pelaku. Ketika kami bertanya kepada warga tentang pemilik kayu itu, tetapi tidak satupun yang mengetahui. Diduga pelaku sengaja kabur saat petugas melakukan patroli di daerah tersebut. Sedangkan ratusan potong kayu tersebut sudah kita amankan di BKSDA Resor Pasaman sebagai Barang Bukti (BB)," terang Ade Putra.

Menurut Ade Putra, dalam Patroli Pengamanan Kawasan Konservasi  yang dilakukan oleh BKSDA Sumatera Barat sejak tanggal 20 Mei 2019 lalu bersama BKSDA Resor Pasaman, sampai dengan hari ini ditemukan lokasi-lokasi pembalakan liar yang teroganisir di Hutan Malampah, Kecamatan Tigo Nagari.

"Kawasan hutan Suaka Margasatwa Malampah Alahan Panjang yang berada di kabupaten Pasaman saat ini kondisinya memprihatinkan. Berbagai macam ancaman dan kerusakan yang menggangu kawasan hutan ini hampir terjadi disetiap daerah sekitarnya," katanya.

Setidaknya kata dia, saat ini ditemukan di lokasi Nagari Binjai dan Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari serta Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol yang digunakan oknum pembalak liar.

"Selain menemukan ratusan batang kayu, tim juga menemukan perambahan yang dilakukan oleh oknum masyarakat untuk dijadikan kebun kelapa sawit, Kopi, dan berbagai jenis tanaman lainnya di Jorong Air Apung, Nagari Malampah. Terhadap oknum masyarakat yang melakukannya diminta untuk menghentikan segala aktifitasnya dan meninggalkan lokasi serta diberikan pembinaan dan peringatan," tegasnya.

Berbagai upaya kata dia, telah dilakukan oleh BKSDA Sumatera Barat melalui Resor Pasaman, baik berupa sosialisasi, penyuluhan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. 

"Kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Malampah Alahaan Panjang merupakan hutan yang ditetapkan sejak zaman Belanda sebagai hutan Register 2 dan register 16. Dan pada tahun 1982 ditetapkan sebagai hutan suaka alam wisata (Cagar Alam). Kawasan Konservasi ini memiliki nilai penting keanekaragaman hayati yang tinggi dan merupakan habitat bagi satwa kunci seperti Harimau Sumatera, Beruang dan burung Rangkong. selain itu juga merupakan sumber air utama untuk beberapa daerah di kabupaten Pasaman," tuturnya.

Untuk itu kata dia, kedepan pihaknya akan lebih intens melakukan patroli dan penindakan terhadap tindakan oknum didaerah itu yang melakukan perusakan terhadap ekosistem suaka margasatwanya.

(eri/nod)

Berita Terkait

Baca Juga