Berikut Klarifikasi Satpol PP Bukittinggi Terkait Rumor Meninggalnya Ibu Hamil Pascapenertiban

Berikut Klarifikasi Satpol PP Bukittinggi Terkait Rumor Meninggalnya Ibu Hamil Pascapenertiban Penyebar hoaks minta maaf ke Pol PP Bukittinggi. Foto: Debi Kurnia

Covesia.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bukittinggi, Sumbar mengklarifikasi rumor yang tersebar luas di media sosial terkait meninggalnya seorang ibu hamil pasca penertiban yang dilakukan SK4 Bukittinggi, Rabu (15/5/2019) lalu.

Kasi ops Pol PP Bukittinggi, Dodi Andresia mengatakan perisitiwa penertiban itu terjadi di kawasan Parak Kubang, dimana sebelum melakukan penertiban tim selalu mengingatkan pedagang agar tidak berjualan di badan jalan dan di fasiltas umum karena melanggar Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, yang ditertibkan adalah pedagang yang berjualan di badan jalan sehingga mengganggu akses jalan lalu lintas.

"Terkait isu ibu hamil tersebut bahwa ia berjualan disamping mobil kijang di badan jalan bukan di emperan toko seperti yang viral di media sosial, pada saat itu tidak ada perlawanan dari si pelanggar, adik ipar ibu tersebut meminta untuk memasukan barangnya kedalam karung agar tidak tertukar dengan barang orang lain yang terkena penertiban pada saat itu, namun ia tersebut tidak terima dan mencoba merebut barang dagangannya yang ditertibkan oleh Tim SK4," jelas Dodi, Sabtu (18/5/2019).

Lebih lanjut dijelaskan Dodi, pada saat itu datanglah seorang ibu-ibu paruh baya yang tidak kenal dengan ibu hamil tersebut tetapi selalu menarik barang ibu hamil itu dan menjadi provokator sehingga datang masyarakat banyak.

"Melihat hal itu Tim SK4 mundur dan menarik diri ke pos di aur kuning agar tidak terjadi bentrok fisik," sebutnya.

Sesampainya di Posko, ujarnya Tim SK4 tidak mengetahui bahwa ibu tersebut pingsan dan dibawa ke rumah sakit karena pada saat meninggalkan lokasi penertiban masyarakat sudah ramai dan ibu hamil tersebut kelihatan tidak apa-apa.

"Sebelum pingsan sebenarnya barang ibu hamil tadi sudah diamankan oleh petugas ke posko dengan diiringi oleh adik iparnya dan mengaku kepada petugas tentang kesalahannya yang berjualan di badan jalan," ungkapnya.

Ia menceritakan, mendengar kejadian bahwa ibu hamil tadi dibawa kerumah sakit, lalu personel dan tim mengunjungi ibu hamil tersebut ke rumah sakit bersama dengan adik iparnya dan diterima baik oleh keluarga uni tersebut.

"Jadi apa yang diberitakan dan disebarkan itu tidak seperti kejadian sebenarnya," ucapnya.

Di samping itu, salah seorang penyebar berita hiax tentang ibu hamil yang meninggal dunia pasca penertiban di Parak Kubang di Aur Kuning pada hari Rabu 15 Mei 2019 meminta maaf kepada Tim SK4 di Kantor Satpol PP Kota Bukittinggi.

"Berhati hati dalam menyebar berita karena bisa dijerat dengan UU ITE jika berita yang  disebarkan tersebut palsu dan bersifat menghasut serta mencemarkan nama baik," tuturnya.

(deb/rdk)

Baca juga: Ramai di Medsos, Ibu Hamil Meninggal Usai Tarik-tarikan Barang Dagangan dengan Satpol PP Bukittinggi (video)

Berita Terkait

Baca Juga