Kasus Kepemilikan Rangka Kepala Hewan Dilindungi di Agam Sudah Masuk Tahap P-21

Kasus Kepemilikan Rangka Kepala Hewan Dilindungi di Agam Sudah Masuk Tahap P21 Ilustrasi, Pihak Kepolisian ditengah potongan tubuh hewan yang dilindungi yang dijerat warga Agam, Sumater Barat (Foto: Johan Utoyo/Covesia)

Covesia.com - Pengungkapan kasus kepemilikan bagian tubuh berbagai jenis satwa liar dilindungi yang diungkap Polres Agam bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) awal April 2019 lalu telah dinyatakan P-21 atau penyidikan telah lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agam.

Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi S.Ik melalui KBO Reskrim Agam Ipda Fifzen Finot mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan 2  tersangka berinisial BS dan SW beserta barang bukti berupa 2 rangka kepala Badak Sumatera, 2 Tanduk kepala Rusa, 4 tanduk kepala Kambing Hutan, 1 bagian kepala Buaya Sinyulong dan 11 lembar potongan kulit Kambing Hutan kepada Jaksa pada Kejaksaan Agam.

"Karena dinyatakan lengkap, hari ini tersangka bersama barang bukti kita serahkan kepada Kejaksaan Negeri Agam," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Jumat (17/5/2019).

Sebelumnya tersangka diamankan tim gabungan Polres Agam dan BKSDA Sabtu (4/5/2019) lalu disebuah pasar di Kecamatan Lubuk Basung, tersangka yang berprofesi sebagai penjual minyak urut dan barang antik ini tidak dapat berkutip saat didatangi petugas.

Saat penangkapan, Polisi mengamankan  Skelet (tengkorak) kepala Badak Sumatera (Dicerorhinus sumtrensis), 4 buah kepala Kambing Hutan, 2 buah kepala Rusa Sambar, 1 Kepala Buaya Sinyulong serta belasan potongan kulit Kambing Hutan.

Atas bisnis ilegal itu pelaku dikenakan Pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga