Maksimalkan Ekonomi Masyarakat, Dinas Koperindag Mentawai Bangun Dua Unit Pasar Rakyat

Maksimalkan Ekonomi Masyarakat Dinas Koperindag Mentawai Bangun Dua Unit Pasar Rakyat Elisa Siriparang kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai (Foto: Septin/Covesia)

Covesia.com - Dalam rangka meningkatkan perputaran roda perekonomian di Kepulauan Mentawai, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan membangun dua unit pasar rakyat Tipe D tahun 2019.

Pembangunan pasar rakyat tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp, 3,8 Miliar. 

Dua desa tersebut yakni di desa Sioban kecamatan Sipora selatan dengan dana Rp, 1.606.743.250 dan desa Muara Sikabaluan kecamatan Siberut utara dengan anggaran Rp, 2.006.743.250. Adapun total anggaran DAK fisik Rp, 3.613.486.500 dan selebihnya untuk biaya operasional. 

"Saat ini sudah pada jenjang Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan tinggal menunggu pemenang tender," tutur Elisa Siriparang kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai di ruang kerjanya, Jumat (17/5/2019). 

Elisa mengatakan bahwa ada sekira 10 kios pada penambahan pasar baru tersebut yang juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya. 

Tujuan penambahan pasar baru ini, kata dia, untuk memfasilitasi masyarakat yang berwirausaha dan bertransaksi meningkatkan perekonomiannya.

"Kita berharap seluruh masyarakat pelaku UMKM seperti petani, nelayan, maupun pedagang kecil mau memanfaatkan pasar tersebut," imbuhnya. 

Adapun syarat berjualan di kios tersebut yakni memiliki usaha, KTP, KK, dan tidak kontrak di tempat lain. 

Pada kios tersebut akan menjadi transaksi jual beli bahan - bahan sembako, baju, komoditi lokal seperti Kopra, cengkeh, pala, pinang, dan lainnya. 

Targetnya, jika sudah terkontrak pada akhir Mei, September mendatang dua unit pasar rakyat ini sudah akan rampung. 

Sebelumnya pada tahun 2018, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai pernah mengusulkan revitalisasi pasar ibu di Km. 8 kecamatan Sipora utara, namun gagal tender karena tenggat waktu penyelesaian yang mepet dua bulan di akhir tahun. 

"Rencana revitalisasi Pasar Ibu tahun lalu dari Tugas Perbantuan (TP) Rp,6 Miliar. Prosesnya lama karena waktu sosialisasi dan review. Dua bulan jelang akhir tahun, tidak bisa dikontrak lagi," tutupnya. 

Reporter Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga