Kawasan Candi Pasaman Bakal Dijadikan Cagar Budaya Nasional

Kawasan Candi Pasaman Bakal Dijadikan Cagar Budaya Nasional Rombongan Pansus Anggota DPRD Pasaman saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka penyusunan Ranperda Perlindungan Cagar Budaya dan Kepurbakalaan ke Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (15/05/2019. Foto: ist

Covesia.com - DPRD Pasaman, bakal mengukuhkan Kawasan Candi di daerah itu sebagai Cagar Budaya Nasional.

"Mengukuhkan kawasan percandian yang tersebar dalam Kabupaten Pasaman sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional yang dilindungi oleh Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010. Maka dari itu kita perlu menerbitkan payung hukum bagi pelestarian kawasan percandian itu sebagai kawasan wisata sejarah terpadu,"ujar Anggota DPRD Pasaman, Irwan Aulia disela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (15/05/2019).

Pihaknya juga kata Irwan Aulia tengah menyusun Ranperda senagai payung hukum dalam pengolaan kawasan percandian di daerah itu.

"Ada sejumlah aset sejarah di Pasaman yang harus dilestarikan yaitu Cagar Budaya Candi Tanjung Medan, Kubu Sutan di Lubuak Layang, batu telapak tangan Tuanku Imam Bonjol di Bonjol. Untuk itu nantinya juga akan dihentikan semua aktivitas yang mengancam kelestarian situs dan merehabilitasi semua kerusakan yang telah terjadi," katanya.

Ia juga mengatakan beberapa bangunan cagar budaya kondisinya tidak terawat dan memprihatinkan. Di khawatirkan akan mengalami kepunahan dan kerusakan yang diakibatkan oleh manusia atau proses alam sehingga perlu di lestarikan dan dipugarkan.

"Untuk itu dibutuhkan peran serta semua pihak, terutama Pemerintah Daerah. Karena Cagar Budaya dan Kepurbakalaan dipandang sebagai sumber daya alam yang bisa mengangkat taraf perekonomian masyarakat. Pemerintah Daerah jangan ragu-ragu untuk menjadikan Cagar Budaya dan Kepurbakalaan sebagai "mesin' yang dapat menghasilkan uang, yakni melalui sektor Pariwisata. Oleh sebab itu Kunker Pansus ini harus membuahkan hasil sekembalinya ke Pasaman nanti," pungkasnya.

Sementara Kabag. Umum dan Keuangan DPRD Pasaman, Delsi Syafei yang ikut mendampingi mengatakan Kunjungan Kerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pasaman tentang Ranperda Perlindungan Cagar Budaya dan Kepurbakalaan ke sejumlah tempat di Propinsi Jambi diharapkan membawa sesuatu yang positif bagi Kabupaten Pasaman kedepannya.

"Pansus dengan kunker ini hendaknya dapat menelurkan sejumlah inisiasi dalam pemuatan Ranperda Perlindungan Cagar Budaya dan Kepurbakalaan untuk Kabupaten Pasaman," tuturnya.

(her)

Berita Terkait

Baca Juga