Kesadaran Masyarakat Pasaman Bayar PBB Masih Rendah

Kesadaran Masyarakat Pasaman Bayar PBB Masih Rendah Kabag. Pemerintahan Umum Setda, Djoko Rifanto saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Mujahidin, Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Senin (13/05/2019)

Covesia.com - Tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Pasaman, Sumatera Baratbayar pajak masih rendah, terutama akan kewajiban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Pemkab Pasaman mencatat dalam Catur wulan pertama tahun 2019 ini, tepat hingga Kamis (3/5) lalu, warga yang membayarkan PBB-P2 baru sekitar 0,3 persen dangan total Rp4,4 juta

"Untuk itu masih perlu kerja keras kita bersama dalam mempercepat progres pembayaran PBB-P2 tersebut sebelum jatuh tempo," terang Kabag. Pemerintahan Umum SetKabag. Pemerintahan Umum Setda, Djoko Rifanto saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Mujahidin, Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Senin (13/05/2019)da, Djoko Rifanto saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Mujahidin, Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Senin (13/05/2019).

Djoko Rifanto mengatakan, Pemda setempat menargetkan penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sekitar Rp1,3 Miliar di Tahun 2019.

"Pemda sudah mengintruksikan kepada seluruh Camat, Wali Nagari sampe kejorongan untuk mengintensifkan dan mengevaluasi pelaksanaan pemungutan PBB. Kapan perlu bentuk tim khusus, agar cepat terkumpul sebelum jatuh tempo (30/09) nanti," katanya.

Djoko Rifanto juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menunda-nunda pelunasan PBB. "Sebab jika nanti PBB ini tidak 100 Persen terkumpul akan menjadi kendala bagi Wali Nagari dalam pencairan Dana Nagarinya. Untuk itu mari sama-sama kita penuh kesadaran dan sebagai bentuk kepatuhan kepada pemerintah dengan secepatnya melunasi PBB. Agar progres pembangunan kita di daerah ini tetap terus terjaga keberlangsungannya," harapnya.

Disamping itu kata dia, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama memberantas peredaran Narkoba yang tengah marak saat ini didaerah itu. 

"Sebagaimana kita ketahui, Pasaman merupakan jalur perlintasan bagi pengedar Narkoba memasok barang haram tersebut dari arah Sumatera Utara. Kepada orangtua pantau dan lindungi keluarga kita agar tidak terlibat dengan kasus Narkoba ini. Kemudian kami juga meminta peran aktif Pemuda, Tokoh masyarakat serta Niniak Mamak dalam pemberantasan peredaran Narkoba tersebut," tukasnya.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan pasca pemilu 2019. Kemudian kenyamanan selama bulan suci Ramadhan dengan tidak mengisinya dengan aktifitas mercon, kembang api dan sebagainya.

Kegiatan Safari Ramadhan tersebut dilanjutkan dengan pemberian bantuan uang tunai untuk pembangunan Masjid dari Pemda Pasaman kepada pengurus Masjid Mujahidin Jorong Lundar sebanyak Rp10 Juta. Kemudian dua gulung karpet shalat dan Satu Paket Al-Qur'an dari Baznas Pasaman.

(Heri)

Berita Terkait

Baca Juga