Siswa SMA di Pariaman Sepakat Tidak Coret Baju di Hari Kelulusan

Siswa SMA di Pariaman Sepakat Tidak Coret Baju di Hari Kelulusan Foto: Almurfi Sofyan

Covesia.com - Ribuan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Pariaman mengumpulkan seragam dan perlengkapan sekolahnya untuk disumbangkan kepada pelajar kurang mampu dan korban bencana, usai pengumuman kelulusan, Senin (13/5/2019).

Pengumpulan seragam yang  dilakukan sejak beberapa hari yang lalu tersebut sukses mengumpulka sekitar 1.500 seragam.

Inisiator pengumpulan baju tersebut, Muhammad Ulul Azmi di Pariaman, mengatakan, ide pengumpulan baju itu merupakan bagian dari deklarasi anti coret baju sekolah di hari kelulusan.

"Karena melihat dari tahun ke tahun banyak siswa yang mencoret baju sekolah di hari kelulusannya, maka kami ingin baju kami yang masih layak bis disedekahkan kepada adik-adik keas yang masih membutuhkan," ujarnya, Selasa (14/5/2019).

Tidak hanya mencoret seragam sekolah, siswa yang merayakan kelulusan kerap konvoi ugal-ugalan mengendarai sepeda motor dan menimbulkan kecelakaan dan perkelahian.

"Kita rubah hal itu dengan yang positif, seragam tersebut dapat kita manfaatkan. Perayaan atas kelulusan bisa dengan kegiatan syukuran,"  katanya. 

Muhammad Ulul Azmi yang merupakan siswa MAN padusunan ini berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan oleh siswa yang merayaka kelulusan di tahun berikutnya.

Dikisahkannya, gerakan itu berawal dari inisiatif tiga siswa di sekolah yang berbeda yakni dirinya, Yoland dari SMA Negeri 2 Pariaman, dan Hamiko Putra dari SMA Negeri 1 Pariaman.

Ia juga memiliki utusan di masing-masing sekolah yang ada di daerah itu untuk mengumpulkan baju dan perlengkapan sekolah milik siswa. 

Baju tersebut nantinya akan diberikan kepada pihak Dinas Sosial Kota Pariaman untuk disalurkan kepada siswa miskin dan korban bencana.

Kontributor Pariaman: Almurfi Sofyan

Berita Terkait

Baca Juga