Polisi Ciduk Pelaku Judi Togel di Pasbar

Polisi Ciduk Pelaku Judi Togel di Pasbar Ilustrasi - Antara

Covesia.com - Personel Reskrim Polisi Sektor (Polsek) Pasaman, Pasbar mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku perjudian jenis Togel, Senin (13/05/2019).

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kapolsek Pasaman, AKP Dedy Ardiansyah Putra mengatakan pelaku tersebut diringkus di Jorong Suka Menanti, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, sekira pukul 22.30 WIB (12/05) tadi malam.

"Kami mendapatkan informasi dari warga, bahwa ada kegiatan perjudian jenis Togel di Daerah Suka Menanti. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel unit reskrim dibawah pimpinan Kanit Reskrim, Ipda Yosvenli Dasman melakukan serangkaian penyelidikan dan kebenaran informasi tersebut," katanya.

Setelah dilakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud, ternyata benar adanya perjudian jenis Togel, sehingga personel langsung melakukan penggerebekan pada pukul 22.30 WIB.

"Aparat berhasil mengamankan seorang tersangka penjual togel berinisial YZ (59) beserta Barang Bukti (BB) berupa uang tunai sebanyak Rp 599 ribu. Kemudian satu buah pena, satu lembar kertas putih yang bertuliskan angka-angka Togel dan 1 unit handphone merk i-Cherry,” jelasnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Pasbar, AKP Afrides Roema mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya juga berhasil menangkap seorang pelaku judi online di Jorong Simpang Tiga, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, sekira pukul 22.00 WIB (11/05) kemarin.

"Pelaku berinisial S (50). Dari tangan diamankan Barang Bukti berupa uang tunai sebanyak Rp221 ribu, tiga buah buku kecil bertuliskan angka togel, satu kertas bertuliskan angka togel, dan satu unit handphone merk Samsung lipat warna hitam didalamnya ditemukan angka-angka pasangan togel," tuturnya.

Saat ini kata dia, tersangka beserta Barang Bukti (BB) sudah diamankan di Polres Pasaman Barat guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Belakangan ini, Kasus judi online ini sangat marak dan meresahkan masyarakat. Makanya tim gencar kita turunkan untuk mengamankannya, ini juga dalam rangka menjaga kesucian Bulan Ramadhan. Harapan kita ini menjadi pelajaran bagi yang lain, untuk segara menghentikan kegiatannya ini. Karena akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan bermasyarakat,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 303 Jo 303 Bis KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 Tahun Penjara.

(her)

Berita Terkait

Baca Juga