Harga Beberapa Komoditas Naik di Kalteng, Bawang Putih Mencapai Rp70 Ribu per Kilogram

Harga Beberapa Komoditas Naik di Kalteng Bawang Putih Mencapai Rp70 Ribu per Kilogram Ilustrasi (covesia)

Covesia.com - Harga bawang putih di pasar tradisional Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah,mencapai Rp70.000 per kilogram memasuki hari keenam Ramadhan 2019, Sabtu.

"Harga bawang putih mulai naik sejak awal Ramadhan lalu dan kini mencapai Rp70.000 per kilogram. Sementara untuk bawang merah harga per kilogram saat ini bisa mencapai Rp40.000," kata salah seorang pedagang, Nor Zahra di Pasar Kahayan, Palangka Raya.

Dia menambahkan, selain bawang merah dan bawang putih kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai dan daging ayam.

"Harga cabai saat ini sudah mencapai Rp65.000 per kilogram dan untuk ayam potong berkisar  antara Rp40.000-Rp45.000," katanya.

Terkait hal itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah mengatakan kenaikan harga saatRamadhan hingga usai Idul Fitri merupakan fenomena tahunan.

"Kenaikan itu terjadi karena adanya permintaan yang tinggi. Apalagi, pasokan sejumlah kebutuhan bahan pokok di kota kita masih tergantung dari luar seperti Jawa," katanya.

Sehingga, lanjut Umi, besarnya biaya angkut yang mengalami kenaikan juga sangat berpengaruh terhadap perubahan harga bahan pangan di pasar tradisional di wilayahnya.

"Untuk itu, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait lain dalam upaya mengendalikan harga di pasaran serta memastikan pasokan bahan pangan selama Ramadhan hingga Lebaran tercukupi," kata Umi.

Sebelumnya, Kepala Disperindag Kota Palangka Raya Ikhwanudin mengatakan, dalam rangkamenekan kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadhan 2019 pihaknya telah menyiapkan operasi pasar yang dipusatkan di sejumlah wilayah di kota setempat.

Guna memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia, Disperindag Kota Palangka Raya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Bulog dan dinas teknis seperti Dinas Pertanian.

"Kami lebih bersifat koordinator. Maka, kami jalin komunikasi yang intensif untuk mematikan persediaan berbagai kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi dan bawang tetap terpenuhi," katanya.

(Antara)

Berita Terkait

Baca Juga