3 Tersangka Kasus Korupsi Dana BNPB di Pasaman Terancam 20 Tahun Penjara

3 Tersangka Kasus Korupsi Dana BNPB di Pasaman Terancam 20 Tahun Penjara Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansyah. (Heri Sumarno/ Covesia.com).

Covesia.com- Tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana masa transisisi pemulihan Bencana Banjir yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2016 di Pangian, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Pasaman Sumatera Barat terancam hukuman 20 tahun penjara.

"Ketiga tersangka yaitu AR (Dinas PU & Bina Marga Pasaman), RZ dan FRZ masing-masing ASN di BPBD Pasaman melanggar Pasal 2 & 8 UU Nomor 31 Tahun 1999, serta Pasal 55 KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksmal 20 Tahun Penjara," terang Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansyah kepada Covesia.com, Kamis (25/04/2019).

Adhryansyah juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka dalam kasus tersebut masih akan terus bertambah sesuai perkembangan fakta persidangan nantinya.

"Berkas perkara kasus ini sudah diserahkankan dari Penyidikan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kemudian dalam beberapa hari ini langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Padang untuk disidangkan. Kemungkinan jumlah tersangka lain masih bisa bertambah. Kita lihat perkembangan pada fakta persidangan,"tambahnya.

Sementara kata dia, untuk ketiga tersangka tersebut sudah dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping.

Sebelumnya, Kejari Pasaman menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana masa transisisi pemulihan Bencana Banjir yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2016 di Pangian, Kecamatan Mapattunggul Selatan. 

Dari hasil audit Kejaksaan Negeri Pasaman bersama Tim Ahli ditemukan dugaan kerugian Negara (Korupsi) sebesar Rp773 Juta dari pagu anggaran sebesar Rp1,8 Milyar yang dikucurkan oleh BNPB.

(her/jon)

Berita Terkait

Baca Juga