Geruduk Kantor Walinagari Terkait Caleg, Pemuda Sialang Limapuluh Kota Sebut Aksi Spontan

Geruduk Kantor Walinagari Terkait Caleg Pemuda Sialang Limapuluh Kota Sebut Aksi Spontan Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Koordinator organisasi Anak Nagari Kenagarian Sialang, Kecamatan Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota, Rais membantah aksi yang dilakukan masyarakat dan pemuda maupun anak nagari di Kantor Walinagari Sialang, Jumat (19/04/2019) malam silam adalah bentuk demonstrasi. Akan tetapi aksi tersebut bentuk spontanitas yang dilakukan masyarakat karena kecewa dengan perangkat nagari yang melanggar komitmen.

Aksi ini diawali dari berkumpulnya pemuda dan pemuka masyarakat di kantor Walinagari untuk mengkonfirmasi soal isu perangkat nagari ikut berpartisipasi mensukseskan caleg yang bukan putra asli Sialang. Padahal sebelumnya, masyarakat dan pemuda di kenagarian Sialang telah komit untuk mengusung caleg putra asli Sialang untuk bisa meraih kursi di DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dan hal tersebut diketahui oleh perangkat Nagari.

"Tidak ada demonstrasi saat itu. Kami hanya berkumpul dan mencoba mengkonfirmasi kebenaran apakah benar isu yang tengah beredar soal perangkat nagari ikut mensukseskan caleg luar dari Sialang. Sesuai aturan hal tersebut tidak diperbolehkan. Padahal perangkat nagari tahu jika masyarakat sepakat mengusung caleg putra asli Sialang," ujar Rais saat kepada Covesia.com, Rabu (24/04/2019).

Dalam aksi ini, pemuda menganggap pihaknya sudah menjalani prosedur yang berlaku dalam menyampaikan aspirasi dan menuntut keterbukaan informasi publik. Dimana ada Bamus Nagari Sialang sebagai penengah antara masyarakat dengan perangkat nagari.

"Saat itu ada Bamus sebagai moderator dan dihadiri oleh Kapolsek Kapur IX. Tidak ada anarkis dan seluruh massa tertib menyaksikan aksi. Soal pembakaran ban dan baju, itu bentuk protes atas kekecewaan anak nagari," katanya.

Ia juga menyebutkan informasi penjarahan kongsi kematian yang dilakukan saat malam itu juga tidak ada kaitannya dengan pemuda dan massa yang hadir di kantor Walinagari.

Hanya saja, pemuda memang mengambil alat musik orgen dan tenda untuk persiapan acara pembukaan lubuk larangan di kawasan Pantai Logna, Sialang yang akan diselenggarakan Sabtu (20/04/2019).

"Yang Kongsi kematian tidak ada pemuda yang mengambil. Kami mengambil alat-alat musik dan tenda untuk persiapan peresmian lubuk larangan di Pantai Logna. Soal kongsi kematian itu kami tidak tahu sama sekali," katanya.

Alat musik dan tenda tersebut, memang benar bantuan dari dana Pokir Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Yusnir yang kalah dalam pemilu 2019 ini. Namun, serah terima alat tersebut sudah dilakukan dan memang diperuntukkan kepada pemuda.

"Tenda dan alat musik itu sudah diserah terimakan ke pemuda oleh Yusnir. Tapi letaknya masih berada di kantor Walinagari. Jadi malam itu, pemuda mengambil barang tersebut karena sudah kepunyaan pemuda dan untuk mensukseskan acara lubuk larangan," jelasnya

Rais menyayangkan informasi yang beredar pasca aksi di Kantor Walinagari telah mencoreng wajah anak nagari Sialang. Padahal organisasi pemuda Sialang berniat untuk meluruskan isu dan membantu perangkat agar tidak terus ditekan oleh orang luar.

"Kami berkumpul itu untuk mendengarkan penjelasan dan membantu Walinagari. Tetapi informasi yang beredar malah menyalahkan kami. Sepertinya ini cobaan bagi kami untuk membangun nagari bersama-sama," katanya.

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga