Di Limapuluh Kota, Warga Ribut Ada Mobil Bergambar Caleg Parkir di TPS

Di Limapuluh Kota Warga Ribut Ada Mobil Bergambar Caleg Parkir di TPS Warga geram melihat mobil bergamabr caleg parkir di TPS 07 Sariak Laweh, Kab Limapuluh Kota, Sumbar (Foto: Hajrafiv Satya Nugraha/Covesia)

Covesia.com - Masyarakat di Jorong Nagari Gadang, Kenagarian Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota nyaris menghakimi sebuah mobil sedan putih BA 1941 HB. Mobil ini parkir di depan kantor Walinagari Sariak Laweh yang bersebelahan di TPS 07 Sariak Laweh, saat masyarakat melakukan pencoblosan. Di mobil ini tertera besar gambar Caleg Golkar DPRD Kabupaten 50 Kota no urut 8, Khasadius di cermin belakangnya.

Informasi yang dihimpun covesia.com, mobil ini datang sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung parkir di depan kantor walinagari. Tak lama, warga mulai berdatangan ke mobil tersebut dan memprotes kepada panitia TPS 07, kenapa ada embel-embel politik dan kampanye disaat hari pencoblosan tak jauh dari TPS.

Mendengar ada yang ribut-ribut, panwas Nagari Akabiluru langsung mendatangi lokasi dan didapati memang ada mobil beratribut kampanye terparkir hanya 6 meter dari TPS. Bahkan turut serta pihak kepolisian untuk mencegah adanya aksi anarkis warga.

"Iya, tadi memang ada ribut-ribut di depan kantor Walinagari Sariak Laweh soal mobil beratribut kampanye yang parkir. Masyarakat marah karena menganggap ini bagian dari kampanye. Padahal disebelah kantor Walinagari ada TPS," ucap salah seorang warga TD, kepada covesia.com, Rabu (17/4/2019).

Ia juga mengatakan emosi masyarakat sempat terpancing setelah ada salah seorang yang bersorak dan menyuruh bubar untuk menjauh dari mobil. Namun, langsung disterilkan oleh anggota polisi dan TNI yang sedang bersiaga di TPS.

"Ya tadi sempat ribut. Ada yang sorak-sorak nyuruh bubar. Tapi untung ditenangkan polisi dan TNI di TPS tadi," ujar TD.

Insiden ini juga dibenarkan oleh ketua Panwascam Kenagarian Akabiluru, Asril. Pihaknya sudah menerima laporan dilapangan dan menyita atribut kampanye tersebut berupa stiker mobil.

"Sudah ada laporan yang masuk tadi. Memang ada kejadian disana. Atributnya sudah kami sita," katanya. 

Saat heboh-heboh, Asril mengatakan pihaknya dari Panwas Kenagarian Sariak Laweh langsung meminta pemilik mobil untuk membuka stiker agar protes warga tidak memuncak.

"Langsung kami langsung melakukan tindakan pencegahan dengan menyuruh  yang punya mobil untuk membuka stiker tersebut," ucap Asril.

(hsn)

Berita Terkait

Baca Juga