Wartawan dan Petugas KPPS Heboh di TPS 05 Payakumbuh

Wartawan dan Petugas KPPS Heboh di TPS 05 Payakumbuh (Foto: Hajrafiv Satya Nugraha/Covesia)

Covesia.com - Insiden penghalangan terhadap awak media terjadi di TPS 05 Kelurahan Daya Bangun, Payakumbuh Barat. Petugas TPS melarang awak media mengambil foto dan video sebelum proses pemcoblosan pemilu 2019 berlangsung, Rabu (17/04/2019). 

Beberapa awak media yang sudah datang sekitar pukul 07.00 WIB di TPS berniat meliput Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz mencoblos di TPS 05 ini. Saat menunggu dan petugas TPS mulai berbenah, beberapa wartawan memvideokan dan memotret petugas yang sedang bekerja. 

Melihat ada video dan foto yang diambil wartawan, salah seorang petugas TPS bereaksi dan meminta hasil yang telah diabadikan untuk dihapus. 

"Tolong jangan direkam atau di foto. Kami sedang beres-beres. Mau buka TPS ini. Tolong itu yang sudah diambil, mohon di hapus," ujar salah seorang petugas TPS yang tengah hamil.

Mendengar hal tersebut, beberapa awak media memberikan penjelasan kalau di areal TPS hanya di dalam kotak suara yang tidak boleh mengambil dokumentasi. Lagipula pada pemilu 2019 ini, KPU Payakumbuh juga menyelenggarakan lomba Selfie di TPS dan sebuah hal yang wajar jika mengambil foto maupun video.

Namun, petugas tersebut tetap berkeras tidak memperbolehkan wartawan mengambil video dan foto. Kemudian meminta agar para awak media untuk keluar terlebih dahulu dari TPS sampai proses pencoblosan dilakukan.

Mengingat tidak boleh masuk TPS sebelum proses pencoblosan ini, para awak mediapun keluar. Sambil menunggu Wakil Walikota datang, beberapa awak media mengobrol dengan masyarakat yang datang ke TPS. Namun, ditengah obrolan didatangi oleh salah seorang Linmas TPS ini dan menanyakan surat mandat saksi kepada para awak media. Spontan para wartawan menjadi heran.

"Mana ada kami surat mandat pak. Kami bukan saksi partai. Kami wartawan. Kalau kartu pers ada. Kami ke sini untuk meliput Wakil Walikota nyoblos. Bukan jadi saksi," kata  wartawan MaklumatNews.com, Fajar Sitepu kepada Linmas tersebut.

Kesal dihalang-halangi, Fajar pun menelpon ketua Panwascam Payakumbuh Barat, Ade Hendra dan memberikan telepon tersebut ke salah seorang Panwas TPS. Usai mereka berdua berbicara, akhirnya wartawan diperbolehkan masuk.

Namun, pengambilan gambar dan video kembali terjadi saat Wakil Walikota Payakumbuh memasukkan surat suaranya ke kotak suara. Hal ini membuat wartawan dan petugas TPS kembali berdebat.

Sementara itu, ketua KPU Payakumbuh Haidi Mursal membenarkan tindakan petugas TPS 05 kelurahan Nunang Daya Bangun tersebut. Memang ada aturan bahwa dilarang melarang foto dan video di sekitar TPS.

"Memang tidak boleh mengambil foto dan video di lingkungan TPS. Apalagi di bilik suara. Ada aturannya begitu. Jadi tindakan petugas di TPS sudah benar," ujar Haidi Mursal ketika di Konfirmasi Covesia.com.

Kontributor Payakumbuh : Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga