Unik! Petugas TPS Ini Pakai Baju Anak Daro dan Marapulai untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Unik Petugas TPS Ini Pakai Baju Anak Daro dan Marapulai untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Covesia.com - Beragam cara dilakukan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Kota Pariaman untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan umum (Pemilu) 2019 kali ini.

Salah satunya dengan membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) seunik dan senyaman mungkin agar masyarakat datang berbondong-bondong dan betah berlama-lama saat memgikuti setiap tahapan proses pemungutan di TPS.

Seperti yang dilakukan oleh KPPS dan warga Dusun Sampan, Desa Punggung Lading, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Sejumlah petugas KPPS di TPS itu memberikan ornamen adat Minangkabau pada TPS itu.

Tak hanya menghiasi dinding-dinding dan sudut-sudut dari TPS tersebut tapi seluruh anggota KPPS di TPS 02 itu juga memakai pakaian adat Minangkabau seperti baju Anak Daro (pakaian pengantin wanita) dan baju Marapulai (pakaian pengantin pria). Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar.

Terletak di Jalan Raya Pariaman-Sicincin, TPS 02 ini menjadi satu-satunya TPS dari 265 TPS di kota Pariaman yang menggunakan ornamen adat minangkabau dalam menghiasi TPS-nya.

"Kita ingin para pemilih tidak hanya sekedar datang ke TPS saja tapi juga mereka merayakan pesta demokrasi ini, untuk itu kami membuat tema bernuansa adat minangkabau," kata Ketua KPPS TPS 02, Dasril, Rabu (17/4/2019).

Menurut Dasril, nuansa adat minangkabau ini baru pertama kali dilakukan oleh KPPS yang ada di daerah itu, dibandingkan dengan Pilpres, Pilgub, dan Pilkada tahun-tahun sebelumnya.

"Hal ini semata untuk mengapresiasi antusiasme warga pada pesta demokrasi kali ini yang cukup meningkat," ucapnya sembari menyebut jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS itu sebanyak 263 pemilih.

Dibeberkan Dasril, selain mengapresiasi antusiasme warga dalam menyalurkan hak pilihnya, ornamen adat Minangkabau yang dipakai itu juga dimaksudkan untuk sebagai penyejuk bagi kedua kubu kontestan yang berkontestasi pada pemilu 2019.

"Kalau sudah pakai ornamen adat, biasanya semua perselisihan akan selesai dengan cara adat alias badunsanak," pungkasnya.

Kontributor Pariaman: Almurfi Sofyan


Berita Terkait

Baca Juga