TNI/Polri Siap Tindak Tegas Pengacau dalam Pemilu di Bukittinggi

TNIPolri Siap Tindak Tegas Pengacau dalam Pemilu di Bukittinggi Foto: Debi Kurnia

Covesia.com - Polres Bukittinggi dan Korem 0304/ Agam, Sumatera Barat (Sumbar) akan menindak tegas siapa saja yang mengganggu jalan Pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 besok. 

Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan pihak kepolisian siap menindak bagi siapa saja yang menganggu jalannya tahapan pemungutan suara Pemilu 2019.

"Kita tak pandang bulu, baik itu siapapun yang menggangu jalannya pemilu besok di hari pemilihan akan kita tindak tegas," ucapnya, Selasa (16/4/2019).

Ia menyebutkan hal itu berdasarkan aturan undang-undang, pasal 5.10, 5.11 sampai 5.17 yang berbunyi barang siapa yang mengganggu pemilu, barang siapa yang menggagalkan pemilu akan ditindak pidana.

"Petugas TNI/Polri tidak usah takut, sebab TNI/Polri bekerja berdasarkan undang-undang, selain undang-undang pemilu, TNI/Polri juga mempunyai undang-undang untuk keamanan,"katanya. 

Ia menjelaskan jika ada orang membuat keributan dan membawa senjata tajam di jarak 50 M dari TPS, maka petugas harus ambil tindakan, tidak usah takut, kecuali di dalam TPS, karena dalam TPS ada petugasnya.

"Saya tidak ingin anggota TNI/Polri di wilayah hukum Bukittinggi ragu-ragu dalam menindak tegas di lapangan, selagi bisa persuasif silahkan dan jangan sampai wibawa kita di mata orang itu runtuh," ujarnya. 

Sementara itu Komandan Dandim 0304/Agam, Letkol. Inf. Victor Andhyka Tjokro penyampaikan petugas berkerja berdasarkan protap yang telah ada serta sinergitas TNI/Polri. 

"Jika terjadi kerusuhan, maka anggota TNI akan turun ke lokasi, namun jika KPU dan Bawaslu dilokasi tidak bisa mengatasi kita akan mengambil alih. Apabila kita mengetahui ada indikasi yang merusak pemilu, kita akan ambil saja," ucap dandim. 

(deb) 


Berita Terkait

Baca Juga