Masa Tenang, 1.487 Petugas Bawaslu Limapuluh Kota Disiagakan Pantau Pelanggaran Pemilu

Masa Tenang 1487 Petugas Bawaslu Limapuluh Kota Disiagakan Pantau Pelanggaran Pemilu (Foto: Satya Nugraha/Covesia)

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota menyiagakan sebanyak 1.487 Personil untuk melakukan patroli pengawasan di Masa Tenang. Patroli mengawasan ini dititikberatkan guna memastikan tidak terjadinya kegiatan kampanye maupun praktik politik uang (money politik) dan pelanggaran lainnya di lapangan. 

"Kami kerahkan seluruh personil Bawaslu mulai dari jorong, kenagarian hingga kecamatan. Semuanya akaj menyebar ke titik-titik yang dicurigai akan terjadinya pelanggaran masa tenang," kata Ketua Bawaslu Yoriza Asra, Jumat (12/04/2019) kepada covesia.com.

Penyiagaan 1.487 personil ini, terdiri dari sekitar 22 orang personil Bawaslu, 130 orang personil Panwascam, 79 orang Panwaslu Nagari serta 1.256 orang Pengawas TPS. Nantinya, ribuan personil ini akan melakukan pengawasan secara intensif di wilayah kerja, baik di tingkat kecamatan dan nagari masing-masing. 

Patroli pengawasan oleh personil Bawaslu ini dilaksanakan dalam rangka mengikuti amanah Undang-Undang. Karena, berdasarkan pengalaman Bawaslu selaku lembaga pengawas pemilu yang hingga tahun 2019 ini terhitung sudah 11 tahun mengawasi, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik-praktik kecurangan. 

Seperti politik uang, propaganda issu SARA, penyebaran berita bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta pemilu. Bahkan, tidak jarang terjadi benturan kekerasan antar sesama pendukung peserta pemilu. 

"Praktik-praktik seperti ini jelas-jelas mengancam keutuhan bangsa kita," sebutnya.

Ditambahkan Yoriza Asra, kecenderungan lain yang dilakukan peserta pemilu untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional untuk mempengaruhi masyarakat pemilih.

 "Politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat martabat kemanusiaan," terang Yoriza. 

Yoriza juga meminta, agar seluruh personil dapat bekerja maksimal untuk melakukan pencegahan serta menindaklanjuti hasil temuan maupun laporan pelanggaran pemilu, sesuai ketentuan Undang-Undang pada Masa Tenang yang dimulai pada tanggal 14 - 16 April 2019 mendatang. 

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha 

Berita Terkait

Baca Juga