Bawaslu Dharmasraya Siapkan 850 Tim Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pemilu 2019

Bawaslu Dharmasraya Siapkan 850 Tim Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pemilu 2019 Ketua Bawaslu Dharmasraya Syamsurizal, saat mencek kesiapan para pengawas pada apel Patroli Pengawasan anti Politik Uang Pemilu 2019, di halaman kantor Bupati Dharmasraya, Jumat (12/4/2019). Foto: Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Sekitar 850 tim pengawasan anti politik uang disiapkan Bawaslu Kabupaten Dharmasraya dalam rangka menyambut pesta demokrasi pemilu 2019 yang berjalan dengan jujur dan adil.

"Ada sekitar 850 orang tim yang kita siapkan yang terdiri dari Panwaslu Kelurahan Desa (PKD) 52 orang, Panwaslu Kecamtan beserta jajaran 110 Orang, Bawaslu Kabupaten 21 orang, pengawas TPS 667, dan akan melakukan patroli pengawasan pada masa tenang pemilu 2019 nantinya," sebut Ketua Bawaslu Dharmasraya, Syamsurizal, setelah apel "Patroli Pengawasan Anti Politik Uang" di daearah itu, yang juga serentak dilakukan di seluruh indonesia, Jumat (12/4/2019).   

Ia menyebutkan perayaan pesta demokrasi tinggal Lima hari lagi, untuk itu Bawaslu menyiapkan pengawasan politik uang agar pesta demokrasi berjalan dengan adil dan jujur di negeri ini.

"Kegiatan Apel Patroli Pengawasan Politik Uang pada Masa Tenang Pemilihan Umum Aggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019," sebutnya.

Syamsurizal mengatakan melalui sambutan ketua Bawaslu RI Abhan menyampaikan, bahwa pemilihan umum adalah perayaan demokrasi yang patut dirayakan dengan penuh sukacita, damai, dan rasa kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang beradab. 

"Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru bagi kita, dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemiluan di Indonesia, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akan dipilih secara serentak," sebutnya.

Ia mengatakan, aspek keserentakan dari pemilu kali ini, menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai Lembaga pengawas pemilu yang telah 11 tahun mendedikasikan dirinya menjaga hak pilih rakyat. 

"Menyadari hal tersebut, maka selama berlangsungya tahapan pemilu tahun 2019, yang dimulai sejak 17 Agustus Tahun 2017, kita telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu, termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu. Sebab tugas mengawasi pemilu adalah panggilan mulia yang harus kita tuntaskan dengan baik," ungkapnya. 

Ia mengimbau kepada setiap pengawas jadikan panggilan ini unutk menunaikan tugas dengan baik, hingga pada saatnya nanti seluruh jajaran bawaslu dapat mempertanggung-jawabkan amanah ini dihadapan Tuhan dan Seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Sebelum memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara di tanggal 17 April kata dia, pihaknya terlebih dahulu diperhadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai dari tanggal 14 s/d 16 April. masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa termasuk didalamnya Bawaslu dan Peserta Pemilu.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kesiapan pengawas dalam melakukan pencegahan, gerakan patroli pengawasan ini dapat dimaknai sebagai gerakan etik dan moral yang berbasis pada keyakinan bawaslu bahwa Indonesia sanggup mendemonstrasikan suatu keunggulan berdemokrasi pada basis karakter sejati anak bangsa yang beradab, cinta perdamaian, menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, menghargai setiap perbedaan diantara sesama anak bangsa. 

"Pada keyakinan itulah melalui patroli masa tenang, kita tidak sekadar melakukan pengawasan tetapi sekaligus menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia, sebab pemilu bukanlah sekadar kontestasi politik dan sirkulasi elit, namun lebih dari itu ia merupakan dialektika yang menempatkan anak bangsa sebagai subjek dalam ruang pemaknaan demokrasi yang nyata dan kontekstual, sehingga patroli masa tenang akan menjadi daya dorong bagi seluruh warga negara pemilik hak pilih yang sadar dan menjunjung tinggi akan hak dan kewajibannya, saling menghormati, saling menghargai, saling menyatukan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara," kata dia.

Selain apel pengawasan, pantauan covesia.com di lapangan, para tim pengawasan melakukan simulasi patroli sambil berjalan sekitar 2 Kilometer dan membagi-bagikan brosur imbauan terkait tolak dan lawan politik uang, kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang perjalanan tersebut.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga