Tim Kominfo Perkenalkan Aplikasi Halodoc kepada Masyarakat Mentawai

Tim Kominfo Perkenalkan Aplikasi Halodoc kepada Masyarakat Mentawai Sumber: inet

Covesia.com -  Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (LTIMP BAKTI) Danny Januar Ismawan mensosialisasikan pemanfaatan layanan akses internet positif menggunakan aplikasi penunjang di bidang kesehatan melalui tim dari Sehati Tele CTG (Cardiotocography), sebuah perusahaan Inovasi teknologi kesehatan yang bekerja dalam bidang aplikasi dan alat Tele CTG kepada masyarakat desa Matobe, kecamatan Sipora Selatan. 

"Aplikasi Halodoc memungkinkan masyarakat dan tenaga kesehatan untuk bisa berkonsultasi dengan 20.000 dokter berlisensi, baik spesialis maupun non spesialis. Sementara, aplikasi Sehati Tele CTG  juga merupakan solusi inovatif untuk menekan tingkat kematian ibu dan anak, juga masalah stunting melalui  jaringan telkom yang baik," ungkap Danny, Kamis (11/4/2019). 

"Aplikasi Tele CTG  ini diciptakan mengingat angka kematian ibu dan bayi masih tinggi di Indonesia. Setiap tahunnya ada 5,5 juta ibu hamil namun hanya ada 6.000 dokter spesialis yang terkumpul di pulau Jawa," papar Erna, Perwakilan Perusahaan Startup Sehati Tele CTG. 

Ia menjelaskan bahwa aplikasi tersebut menjadi solusi untuk daerah 3T yang masih minimal dr. spesialis. 

Alat Tele CTG memeriksa kesejahteraan janin secara portable, tanpa listrik, dan dapat digunakan oleh bidan di seluruh Indonesia. Kemudian, hasilnya akan dibaca oleh dr. spesialis / konsultan center di pusat dan langsung terhubung. 

Kata dia, saat ini aplikasi Tele CTG sudah keluar izin edarnya dari Kemenkes dan dalam proses E-catalog dengan Kemenkes. 

"Ada juga aplikasi bidan sehati yang dapat digunakan oleh para bidan untuk mencatat data kesehatan ibu hamil agar dapat langsung mengetahui faktor resiko pada ibu hamil," imbuh Erna. 

Dengan mendeteksi faktor resiko lebih awal, pasien  dapat dirujuk lebih awal. Aplikasi Tele CTG dan Bidan Sehati diketahui dapat mendeteksi kondisi bayi stunting  mulai janin dalam kandungan. 

Erna menambahkan penggunaan aplikasi dashboard sehati dimana jika para bidan memasukkan data melalui aplikasi ini, seluruh data ibu hamil dan hasil persalinannya langsung masuk  ke dinas kesehatan.

"Jadi ada data real time saat itu juga. Dinkes akan tau berapa jumlah ibu hamil, stunting, dan faktor resikonya. Aplikasi ini juga bisa di tingkatkan di puskesmas," kata Erna. 

Selain itu, pada aplikasi komunitas Bidan Sehati, para bidan bisa mengikuti kelas online bersama dr spesialis yang memberikan informasi kebidanan maupun kedokteran.

"Bidan tetap terupgrade walaupun berada di pelosok dan ada sertifikat untuk para bidan yang mengikuti kelas online," imbuhnya. 

Sementara itu, Citra bidan di Puskesmas Mapaddegat mengakui dengan adanya sosialisasi menggunakan aplikasi tersebut, mampu mempermudah pihaknya mendeteksi faktor risiko kehamilan, kesejahteraan janin secara dini, memudahkan pencatatan, dan konsutasi lebih praktis. 

"Semoga bantuan perluasan jaringan telekomunikasi /  internet serta penyediaan alat Tele CTG dan aplikasi kesehatan lainnya mampu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Mentawai," ungkapnya. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga