Polisi Ringkus Tersangka Cabuli Anak Kandung Hingga Melahirkan di Pasbar

Polisi Ringkus Tersangka Cabuli Anak Kandung Hingga Melahirkan di Pasbar Ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Jajaran Polisi Resor (Polres) Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar mengaku sudah meringkus terlapor SA (42) diduga pelaku pencabulan terhadap anak kandunnya sendiri hingga melahirkan di Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat, Sabtu (23/3/2019).

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kasatres, AKP Afrides Roema mengatakan saat ini terlapor SA sudah diamankan di Polres setempat.

"Sudah diamankan. Saat ini terlapor SA (42) tengah dalam pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Pasbar," kata AKP Afrides Roema.

Kasus pencabulan terlapor SA juga sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. Terlapor SA juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka SA diduga telah melakukan tindak pidana dengan kekerasan dan membujuk anaknya IS (17) untuk melakukan perbuatan cabul atau persetubuhan. Sehingga mengakibatkan korban hamil dan melahirkan seorang anak laki laki pada (30/1/2019) di Padang," katanya.

Namun kata dia, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan sejumlah keterangan serta barang bukti maupun saksi-saksi dalam kasus tersebut.

Sebelumnya EY (40) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) melaporkan SA (42) yang merupakan suaminya sendiri ke SPKT Polres Pasbar tentang tindakan pidana pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri IS (17), pada Kamis (21/3) kemarin.

Dalam laporan tersebut tersangka SA melakukan tindakan kekerasan pencabulan hingga korban hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki dengan sesar di Padang. Kejadian itu diperkirakan dilancarkan pelaku terhadap korban sekitar bulan Februari hingga Desember 2018 lalu.

Kasus ini merupakan kejadian kedua dalam sepanjang bulan Maret 2019 ini. Awal Bulan Maret 2019 lalu Kabupaten Pasaman Barat juga digemparkan dengan kasus pencabulan dengan pelaku AH juga oknum Caleg PKS mencabuli anak kandungnya. Saat ini tersangka AH juga sudah di amankan oleh Polres Pasaman Barat.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga